Bisnis / Keuangan
Kamis, 09 Juli 2026 | 08:40 WIB
Bank Danamon
Baca 10 detik
  • Bank Danamon menargetkan pertumbuhan simpanan valuta asing sebesar 50 hingga 60 persen hingga akhir tahun 2026 mendatang.
  • Peningkatan target tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan nasabah untuk transaksi luar negeri, pendidikan, serta belanja platform global.
  • Steven Dhalimarta mengimbau nasabah menggunakan rekening multi-currency untuk menghindari kerugian biaya akibat praktik konversi mata uang ganda.

Suara.com - Bank Danamon Indonesia Tbk memproyeksikan simpanan valuta asing akan meningkat. Hal ini dikarenakan tingginya minat investasi dan transaksi di luar negeri.

Dalam hal ini, Liabilities Banking Services Head Danamon, Steven Dhalimarta, menargetkan pertumbuhan simpanan valuta asing (valas) sebesar 50-60 persen hingga akhir tahun.

Proyeksi ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan transaksi nasabah untuk perjalanan, pendidikan, dan belanja di platform global.

“Target kami kurang lebih di 50-60 persen untuk pertumbuhannya. Jadi kami masih sejalan dengan pertumbuhan transaksi valas,”ujarnya di Jakarta, Kamis (9/10/2026).

Steven menyebutkan, pertumbuhan simpanan valas Bank Danamon saat ini berada di kisaran 40-45 persen. Menurutnya, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan simpanan valas industri perbankan yang berada di kisaran 20-30 persen.

Secara rinci, tabungan valas tumbuh 29,9 persen (yoy), simpanan berjangka valas meningkat 27,9 persen (yoy), dan giro valas tumbuh 10,2 persen (yoy).

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

"Komposisi simpanan valas Bank sekitar 70-80 persen berasal dari nasabah individu, sedangkan sisanya berasal dari nasabah korporasi," bebernya.

Dia pun menghimbau nasabar agar pentingnya menghindari praktik double conversion. Hal ini disebabkan konversi mata uang yang terjadi lebih dari satu kali saat bertransaksi di luar negeri. Kondisi tersebut dapat menyebabkan biaya transaksi menjadi lebih tinggi dibandingkan yang diperkirakan.

Karena itu, masyarakat disarankan memilih layanan yang menyediakan rekening multi-currency, memantau pergerakan kurs secara berkala, membandingkan seluruh komponen biaya transaksi, serta memanfaatkan fitur yang memungkinkan pembayaran langsung menggunakan mata uang yang sesuai dengan negara tujuan.

Baca Juga: LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

"Keamanan dan kemudahan transaksi kini menjadi sama pentingnya dengan kurs yang kompetitif. Masyarakat perlu melihat keseluruhan biaya transaksi agar dapat mengambil keputusan finansial yang lebih efisien," tegasnya.

Load More