/
Rabu, 16 November 2022 | 14:59 WIB
Potret ilustrasi (Depok/ist)

Depok.suara.com, Kasus kematian satu keluarga di Perum Citra Garden Extension I, Kalideres, Jakarta Barat makin misteri yang belum terpecahkan, akibatnya beragam asumsi terkait penyebab kematian empat orang tersebut belum diketahui.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menyebutkan bahwa keempat korban, yakni Rudyanto Gunawan (71), Margaretha (68), Budianto Gunawan (68), dan Dian (42) ditemukan tewas dalam kondisi lambung tidak terisi.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak ditemukan barang barang tak biasa dari lokasi ditemukannya jenazah keempat korban tersebut.

Ketua harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto
Mengatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan banyak benda benda tak biasa.

Selain itu, menurut kesaksian warga sekitar yang berada dilingkungan tersebut menyebutkan bahwa korban memakai alas kaki plastik.

"Beberapa saksi pernah melihat beberapa (korban) memakai alas kaki plastik," kata Benny kepada wartawan, Selasa (16/11/2022) seperti dikutip suara.com.

Lebih lanjut Benny mengatakan, penyidik juga telah  menemukan bukti baru berupa buku-buku berbagai ajaran agama di rumah korban.

"Temuan hal tidak biasa hingga bukti baru terkait buku-buku tersebut menurutnya membuka ruang berbagai kemungkinan motif di balik kasus ini," katanya.

Penyidik, kata Benny, ketika menangani kasus selalu membuka ruang segala kemungkinan motif kasus tersebut.

Baca Juga: All-New Toyota Prius Generasi Kelima Meluncur, Tersedia dalam Dua Versi Hybrid dan Tampilkan Transformasi Desain

Namun, ketika melihat adanya hal-hal yang tidak biasa, seperti korban menutup diri dari keluarga, menggunakan alas kaki ditutup plastik, tidak mau ada listrik dan tidak ada makanan di TKP dan temuan buku-buku menjadi penting untuk didalami, apakah mungkin ada kaitannya dengan peristiwa tersebut.

"Ini tentunya perlu menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratoris terhadap beberapa barang bukti lainnya seperti handphone dan lain-lain," katanya.

Sementara, seorang Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Meliala mengatakan bahwa dirinya menduga keempat korban menganut paham apokaliptik.

Peristiwa ini menurutnya serupa dengan kematian massal pengikut sekte Peoples Temple pimpinan Jim Jones di Guyana, Amerika Selatan pada 1978.

"Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana. Atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," ungkap Adrianus kepada wartawan, Senin (14/11/2022).

Sumber: suara.com

Load More