Depok.suara.com, Juru bicara DPP PSI, Furqan AMC meminta Walikota Depok mematuhi ultimatum DPRD Kota Depok dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengembalikan proses belajar mengajar di SDN Pondokcina 1 Kota Depok.
"Walikota Depok telah melanggar hak pendidikan siswa SDN Pondok Cina 1 Kota Depok. Kembalikan proses belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1 Kota Depok" tegas Furqan.
Rencana relokasi sekolah tanpa menyiapkan gedung penggantinya terlebih dahulu telah meneror kondisi psikologis siswa. Ratusan siswa terombang ambing dalam situasi tak menentu.
Sebentar lagi siswa akan menghadapi ujian, sementara sudah 2 minggu mereka belajar tanpa guru.
"Bahkan di Hari Guru pun (25/11) ratusan siswa SDN Pondok Cina 1 Kota Depok melakukan upacara tanpa guru. Benar-benar menyedihkan dan memilukan" ungkap Furqan.
Furqan mempertanyakan kenapa Walikota Depok terus ngotot merelokasi dan menghentikan proses belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1.
Padahal dua minggu lalu DPRD Kota Depok telah mengultimatum agar Pemkot Depok mengembalikan hak-hak siswa untuk bisa mengikuti kembali proses belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1 Kota Depok sebelum adanya gedung pengganti.
DPRD juga meminta seluruh sarana prasarana yang jadi hak peserta didik dikembalikan dan guru diinstruksikan kembali mengajar.
Rekomendasi senada juga diberikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada saat mengunjungi SDN Pondok Cina minggu lalu.
Baca Juga: OMG Probolinggo Gelar Festival Budaya Rakyat dan Klinik Kesehatan Gratis
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga telah mengklarifikasi di medsos.
Kang Emil menyarankan agar Pemkot Depok mencari lokasi pengganti untuk rencana pembangunan Masjid Agung apabila siswa didik menjadi korban, jika tidak rencana tersebut dibatalkan sama sekali.
Para orang tua siswa pun pada dasarnya tidak menolak rencana pembangunan Masjid di lokasi tersebut, tapi mereka meminta agar Pemkot Depok memastikan terlebih dahulu gedung pengganti.
Mereka menolak SDN favorit dan berakreditasi A tersebut dibubarkan dan menolak anak-anak mereka dipindahkan ke beberapa sekolah secara sepihak.
Masalah SD Pondokcina 1 di Jalan Margonda, Kecamatan Beji sudah clear dan tidak dipermasalahkan lagi.
Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan itu kepada wartawan di gedung DPRD. Dia mengatakan, lahan SDN Pondok Cina 1 yang akan dijadikan sebagai masjid raya sudah clear dan tidak perlu dipermasalahkan lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Mendekati Masa Tenggat, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Laporkan LHKPN
-
Geely EX5 Jadi Raja Baru Mobil Listrik di Segmen C-SUV Indonesia
-
5 Rekomendasi HP Infinix Murah Rp 1 Jutaan Spek Nggak Murahan
-
10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Paradoks Wisata Libur Lebaran: Berangkat Cari Ketenangan, Pulang Bawa Pegal Linu Sekujur Badan
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Profil Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto Kandidat Kuat Kepala BAIS TNI
-
Marco Polo: Influencer Perjalanan Pertama yang Memviralkan Eksotisme Timur
-
Kebijakan WFA ASN Pasca Lebaran Resmi Diberlakukan, Absen Daring Diperketat