Depok.suara.com - Terduga pelaku pelecehan seksual di Universitas Gunadarma akhirnya ditangkap. Terlihat pelaku diikat dan dikerubungi oleh mahasiswa Universitas Gunadarma.
Diketahui sebelumnya seorang mahasiswi Universitas Gunadarma yang mengalami pelecehan seksual non verbal di kampus Universitas Gunadarma menceritakan pengalamanya di media sosial @anakgundardotco.
Update terakhir dari peristiwa tersebut adalah pelaku pelecehan yang ternyata mahasiswa angkatan 2022 S1 Ilmu Komunikasi kelas IMA21. Pelaku pun sempat meminta admin @anakgundardotco untuk mentake down unggahannya.
Tetapi mahasiswa yang sudah kesal dengan pelaku memutuskan untuk main hakim sendiri kepada pelaku. Diunggah dari sebuah akun @abcdyounggoblog terlihat mahasiswa menangkap pelaku.
Tetapi bukannya menyerahkan kepada pihak berwajib pelaku malah dirundung oleh para mahasiswa. Terduga pelaku diikat bahkan beberapa kali dipukuli oleh para mahasiswa.
Selain itu para mahasiswa yang terlihat ramai tersebut sampai mencekoki pelaku dengan air kencing. Hingga disundut dan menelanjanginya di depan umum.
Aksi para mahasiswa ini pun menimbulkan pro dan kontra dari warganet. Banyak yang melihat pelaku pantas mendapatkan hukuman, tetapi tindakan mahasiswa ini dianggap telah melewati batas.
"Para jagoan kita sipaling Satgas Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Pake telanjangin, disundut ampe dicekokin air kencing," ketus salah satu warganet dengan akun @abcdxxx
"Melakukan pelecehan ke pelaku pelecehan tidak menjadikan seseorang dicap baik, seperti pahlawan ataupun seakan menjadi pembela pembenaran. Justru, menjadikan KLEAN YG SOK BELA SAMA AJA SAMA YG KALIAN SIKSA ALIAS, APA BEDANYA WOOYYY," jelas @ordinaryxxxx
Baca Juga: 3 Alasan Orang Hobi Modifikasi Kendaraan, Biar Gak Bosan!
"Kalo ga gitu, gabakal kapok. Buat pelajaran pelaku pelecehan sexual di luar sana juga. Karena apa yg dilakukan temen temen mahasiswa itu tidak sepadan sm apa yg bakal dilakukan sama si pelaku tolol ini. Trauma yg bakal dialamin korban bakal lebih parah," bela @nutrizelxxx
Berita Terkait
-
Korban Tak Melapor, Polda Metro Klaim Kasus Pelecehan di Universitas Gunadarma Berujung Damai
-
Kronologi Kasus Pelecehan Seksual di Gunadarma, Korban Didorong ke Toilet hingga Pelaku Chat Minta Pengakuan Dihapus
-
Dramatis, Pelaku Pelecehan Feby Febiola Dikejar dari Toilet Mal dan Berakhir Ditangkap Satpam
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami