Depok.suara.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengundang ribuan orang untuk merayakan penandatangan undang-undang pernikahan gay di Gedung Putih pada hari Selasa, (13/12/2022) waktu setenpat. Penandatanganan ini menjadi bentuk penerimaan negara atas pernikahan sesama jenis.
Dimuat dari AP, anggota parlemen dari kedua partai akan hadir, begitu juga ibu negara Jill Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris serta suaminya, Doug Emhoff. Gedung Putih menjanjikan pertunjukan musik tetapi berusaha mempertahankan kesakralan untuk tamu yang hadir.
Pendatangan ini menjadi sebuah kemenangan yang telah dikampanyekan oleh kalangan LGBT. Apalagi selama ini peraturan negara telah membuat khawatir kaum gay dan transgender serta para pendukung mereka.
Di antara yang hadir adalah pemilik Club Q, sebuah klub malam gay di Colorado di mana lima orang tewas dalam penembakan bulan lalu, dan dua orang yang selamat dari serangan itu. Tersangka telah didakwa dengan kejahatan rasial.
Menurut Gedung Putih, penggugat dari tuntutan hukum yang awalnya membantu mengamankan hak nasional untuk pernikahan gay juga diharapkan hadir.
Undang-undang baru ini dimaksudkan untuk melindungi pernikahan gay. Undang-undang baru juga melindungi pernikahan antar ras. Pada tahun 1967, Mahkamah Agung dalam Loving v. Virginia membatalkan undang-undang di 16 negara bagian yang melarang pernikahan antar ras.
“Kongres telah memulihkan sejumlah keamanan bagi jutaan pernikahan dan keluarga,” kata Biden dalam sebuah pernyataan saat undang-undang tersebut disahkan minggu lalu.
"Mereka juga telah memberikan harapan dan martabat kepada jutaan anak muda di seluruh negeri ini yang dapat tumbuh dengan mengetahui bahwa pemerintah mereka akan mengakui dan menghormati keluarga yang mereka bangun.”
Berbeda dengan Putin
Kebijakan Amerika Serikat ini berbanding terbalik dengan Rusia di mana Presiden Vladimir Putin menerbitkan Undang-undang baru yang total melarang propaganda terhadap LGBT. Aturan baru ini secara luas melarang ekspresi publik atas identitas kaum LGBT di Rusia.
Disampaikan dalam peraturan ini
melarang penyebaran propaganda tentang hubungan seksual nontradisional di media, iklan, film, atau media sosial. Undang-undang itu telah melewati Duma, Parlemen Rusia, dengan suara 397 berbanding 0 pada 24 November 2022.
Demonstrasi hubungan sesama jenis itu juga akan sepenuhnya dilarang mulai dari iklan dan outlet mana pun yang terlihat oleh anak di bawah umur. Larangan juga berlaku terhadap segala informasi yang menyebabkan anak ingin mengubah jenis kelaminnya.
Putin telah lama menganggap kehidupan LGBT sebagai intrusi Barat ke dalam masyarakat dan nilai-nilai tradisional Rusia. Para pendukung undang-undang baru baru-baru ini menyamakan perjuangan melawan ekspresi LGBT dengan tindakan militer Rusia di Ukraina.
"Kami memiliki cara pembangunan kami sendiri, kami tidak membutuhkan pemaksaan hubungan non-tradisional Eropa,” kata Nina Ostanina, ketua komite keluarga, perempuan dan anak-anak, selama dengar pendapat parlemen tentang undang-undang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket
-
Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink