/
Rabu, 14 Desember 2022 | 16:53 WIB
Potret tangkapan layar kondisi persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J (Dok/istimewa)

Depok.suara.com, Hasil tes alat uji kebohongan atau poligraf para terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J akhirnya terungkap. 

Hasil tersebut diungkap oleh saksi ahli poligraf atau alat uji kebohongan, Aji Febrianto saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

"Bapak Ferdy Sambo nilai totalnya -8, Putri -25, Kuat Maruf dua kali pemeriksaan, yang pertama hasilnya +9 dan kedua -13, Ricky dua kali juga pertama +11, kedua +19, Richard +13," ungkap Aji dalam persidangan. 

Lebih lanjut Aji menuturkan, jika skor plus menunjukkan hasil jujur sedangkan minus menandakan jika terperiksa berbohong. Dalam catatanya, Ferdy Sambo, Putri dan Kuat terindikasi bohong.

"Berdasarkan skor tersebut dua terdakwa Richard dan Ricky dinyatakan memberikan keterangan jujur," katanya. 

"Dari skoring yang anda sebutkan itu menunjukkan indikasi apa? Bohong? jujur atau antara bohong dan jujur?," tanya hakim lagi.

"Untuk hasil + NDI, tidak terindikasi berbohong," papar Aji.

"Kalau sambo terindikasinya apa?," cecar hakim.

"Minus, terindikasi berbohong. Kalau PC terindikasi berbohong. Kalau Kuwat, jujur dan terindikasi berbohong," ungkap Aji.

Baca Juga: Dilepas Heru, Pengusaha hingga Wartawan Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Dalam pemeriksaan tersebut, kata Aji, ada tiga tahapan, diantaranya  pre test, test, dan post test.

Saat pemeriksaan tersebut,  Ferdy Sambo  dan terdakwa lainnya dipasangi alat-alat dengan empat sensor, diantaranya, sensor pernapasan dada, pernapasan perut, elektro derma, dan sensor radiovaskular.

Aji menambahkan jika pemeriksa Sambo Cs merupakan orang yang harus ahli di bidang poligraf. Maka dari itu, tingkat akurasi tes poligraf akan semakin tinggi hasilnya.

"Saudara jelaskan bahwa menurut standar di Amerika, tingkat keakuratannya 93 persen, 7 persen sisanya?" tanya hakim.

"7 persen sisanya lebih ke-expert-an seorang pemeriksa," ungkap Aji.

"Semakin pandai seorang pemeriksa, nilai keakuratan tes ini akan semakin tinggi. Untuk nilai ambang bawahnya 93 persen," pungkas Aji.

Load More