Depok.suara.com - Presiden Singapura Halimah Yacob menyarankan agar pemerkosa berusia 50 tahun atau lebih tetap mendapatkan hukuman cambuk. Hal ini terkait sebuah postingannya di Facebook yang mengungkapkan kekecewaan atas kasus pemerkosaan anak-anak baru-baru ini di rumah mereka sendiri.
Di bawah KUHP Singapura, pemerkosa yang dihukum dapat dipenjara hingga 20 tahun dan didenda atau dicambuk. Tetapi mereka yang berusia 50 tahun ke atas tidak dapat dihukum cambuk, tetapi dapat dipenjara lebih lama sebagai pengganti hukuman fisik.
Pada bulan September tahun lalu, Anggota Parlemen menyarankan agar batas usia untuk hukuman cambuk dinaikkan. Hal ini seperti diungkapkan politisi dari Partai PAP-Bukit Batok
Murali Pillai.
“Saya tidak mengerti mengapa Parlemen harus menganggap mendukung pelanggar seks berulang bahwa dia tidak layak untuk dicambuk ketika dia jelas cukup sehat untuk melakukan tindakan keji tersebut."
Sementara itu pada hari Senin, Halimah mengemukakan gagasan itu lagi, menulis di sebuah posting Facebook.
"Pemerkosa tidak boleh dibebaskan dari hukuman cambuk hanya karena mereka berusia lima puluh tahun. Sungguh ironis bahwa mereka dapat melarikan diri dari rasa sakit yang disebabkan oleh hukuman cambuk meskipun seumur hidup parah. trauma dan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang mereka timbulkan dengan kejam pada korbannya yang akan bertahan seumur hidup.
“Dalam beberapa kasus, pemerkosaan dilakukan lebih awal tetapi baru dilaporkan setelah pelaku mencapai usia lima puluh tahun. Sudah saatnya kita meninjau undang-undang ini,” tambahnya.
"Adalah tugas kita untuk melindungi generasi muda kita dan kita tidak boleh mengecewakan mereka."
Pekan lalu, CNA melaporkan kasus seorang pria berusia 54 tahun yang dijatuhi hukuman penjara karena menganiaya putrinya berulang kali sejak dia berusia 10 tahun. Pada bulan November, seorang pria mengaku mencoba memperkosa putrinya yang berusia empat tahun dua kali.
Baca Juga: Ijonk Makin Mesra dengan Ririn, Dhena Devanka Nangis Sering Nagih Nafkah Rp6 Juta Buat 3 Anak
Sementara itu seorang ayah lainnya diadili karena diduga mendandani putrinya selama delapan tahun sebelum memperkosanya ketika dia berusia 12 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi