Depok.suara.com - Panembahan Al Nahyan Nasution atau kerap dipanggil Al Nahyan muncul dalam poster Presiden Jokowi untuk memperingati Hari Ibu. Poster tersebut lantas viral dibicarakan oleh publik.
Al Nahyan merupakan anak dari Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution ini memang sedang menjadi perhatian masyarakat karena aksi lucunya pada pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gundono. Pada acara tersebut Al Nahyan tidak mau menggunakan beskap bahkan beberapa kali menggunakan singlet putih dan sendal crocs.
Hal ini juga terlihat dari postingan Presiden Jokowi ini, pada poster tersebut menghadirkan interaksi antara ibu dan anak. Ada ibu yang menggendong anaknya, ada pula ibu yang sedang menyuapi buah hatinya.
Sedangkan Presiden Jokowi berdiri di sebuah toko sembari buket bunga. Bila diperhatikan dengan jelas terdapat seorang anak kecil yang merupakan Al Nahyan.
Dirinya menggunakan busana yang khas. Ia cuma memakai singlet dan celana pendek, persis seperti apa yang dieinya kenakan di pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.
Tidak lupa juga ada kucing oyen yang berada di dalam kulkas. Terlihat Al Nahyan mencoba mencari kucing tersebut untuk bermain.
Publik pun menyoroti kemunculan Al Nahyan di poster Jokowi. Debut Al Nahyan itu bahkan membuat popularitas Kucing Oyen tersaingi.
"Kenapa Nahyan ada di situ pakek kutang an doang? Apakah dia mencari si oyen yang lagi ngadem dalem kulkas?" tanya netizen.
"Salfok gambar Al Nahyan pake kaos dalam," imbuh netizen yang lain.
Baca Juga: Dikuburkan Pagi Ini, Aminah Cendrakasih Akan Satu Liang Lahat dengan Mak Wok
Sementara itu, Presiden Jokowi menuliskan caption yang cukup panjang untuk melengkapi poster Hari Ibu yang diunggah di Instagram.
"Pada 22 Desember 1928, para pejuang wanita dari 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra menggelar Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Mereka membahas agenda besar bagi bangsa yang tengah berjuang untuk kemerdekaannya, dari peranan perempuan dalam perjuangan, pembangunan bangsa, hingga soal kesehatan bagi ibu dan balita serta pernikahan usia dini.
Semangat para pejuang wanita yang berkumpul di Yogyakarta pada 94 tahun silam itu masih terasa dan relevan hingga hari ini. Perempuan Indonesia tetap memanggul peran penting dalam perjalanan bangsa. Bersama kaum ibu yang berdaya, Indonesia melangkah maju."
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos