Depok.suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris mengaku geram setelah melihat video penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satrio (MDS) kepada David. Baginya tindakan yang dilakukan oleh anak pejabat Kementrian Keuangan ini sudah sadis.
"Saya sambil bobok pulang dari TV Show menonton video viral penganiayaan yang katanya dilakukan oleh seorang anak oknum pejabat pajak benar-benar sadis kelewatan," ucapnya melalui akun Instagramnya @HotmanParis_official.
Karena itu dirinya meminta warganet agar memberitahu posisi Mario ditahan. Dirinya menegaskan akan menviralkan perilaku dari Mario tersebut.
"Boleh tahu di ditahan di Polres mana Polda mana kasih tahu kita mau viralkan habis-habisan. Kasih tahu di mana Polres mana Polda mana," tegasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anak dari pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan (Jaksel) terhadap korban bernama David.
Dari narasi yang dilihat di akun Twitter @LenteraBangsaa_, terduga pelaku, MDS bersama rekannya menganiaya David di sebuah gang kosong kawasan Pesanggrahan, Jaksel, Senin (20/2). Kejadian berawal ketika korban sedang berada di rumah temannya dan saat itu David dihubungi mantan pacarnya.
Korban pun memberitahukan lokasinya. MDS bersama temannya pun datang dengan menggunakan Jeep Rubicon dan tak lama kemudian, David diajak ke sebuah gang kosong.
"Disitu korban dianiaya dua orang pelaku yang saat ini berhasil ditangkap dan ditahan di polsek Pesanggrahan Jaksel," demikian cuitan akun Twitter @LenteraBangsaa_.
Warganet banyak yang mendukung agar Hotman Paris turun membantu penanganan kasus ini. Melihat kesadisan aksi yang dilakukan oleh Mario masyarakat meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Hukuman seumur hidup saja mungkin tidak akan pantas, hanya dari melihat video singkat kejadian. Semoga diusut tuntas, bukan hanya satu tapi semua pelaku yang terlibat," ucap @latiefxxx.
"Usut tuntas bang Hotman, sampai asal usul hartanya juga darimana dia dapat," tegas @marthenxxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring