Depok.Suara.Com - Shandy Handika, seorang jaksa penuntut umum, juga menjadi perhatian masyarakat dalam kasus kopi sianida yang membuat Jessica Wongso sebagai terdakwa.
Tidaklah mengherankan bahwa Shandy Handika, seorang jaksa, terlibat dalam persidangan Jessica Wongso terkait tindak pembunuhan Mirna Salihin.
Shandy Handika mendapatkan sorotan kembali setelah pernyataannya dalam film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, dan Jessica Wongso yang dirilis pada 28 September 2023 yang lalu.
Di dalam film dokumenter tersebut, Shandy Handika dengan jelas menyatakan pendapatnya yang cukup mengejutkan publik.
Shandy Handika mengatakan bahwa dalam pembunuhan berencana tidak membutuhkan motif. Seperti yang Dikutip dari akun TikTok @info_mr.dy, Selasa (10/10/2023)
"Apakah benar diperlukan motif dalam suatu pembunuhan berencana ini, terdapat beragam pendapat dari para ahli yang menyatakan tidak diperlukan motif" ungkap Shandy
Berdasarkan pendapat Shandy, motif itu hanya dapat diketahui oleh pelaku
Dia menjelaskan bahwa situasinya menjadi sangat sulit saat pelaku enggan mengakui.
Pernyataan Shandy yang menyatakan bahwa motif tidak diperlukan dalam merencanakan pembunuhan, ternyata langsung menimbulkan respons negatif dari netizen.
Baca Juga: Dilepas PSM Makassar, Wiljan Pluim Pindah ke Mana?
Terdapat spekulasi di kalangan netizen bahwa Shandy telah menerima 'amplop' yang mendorongnya untuk berbicara seperti itu.
Terdapat juga pengguna internet yang mengklaim sebagai mahasiswa jurusan hukum dan ia menyatakan baru mengetahui bahwa pembunuhan tidak memerlukan motif.
@MaraArtha: "kalo gak butuh motif itu namanya kecelakaan bapak jaksa yg terhormat."
@RACUNIN MAKEUP: "gw sekolah hukum, dan gw baru denger pembunuhan gaperlu motif dari mulut jpu."
@monte24: "motif hanya di ketahui oleh kamu" yg nerima suap."
@Swass: "Buat jd jaksa bayar brp sih ?? Ga perlu sekolah pinter2 ga sih."
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Sulit Datangkan Andrie Yunus, Oditur Militer Buka Opsi Hadirkan Dokter RSCM ke Persidangan
-
Berkat Dukungan Caregiver dan YKAKI, Anak Kanker Bisa Sekolah Saat Berobat
-
Jawab Tantangan Pasar Digital, Shopee Kucurkan Lebih Dari Rp100 Miliar Untuk Perkuat UMKM Lokal
-
Bolehkah Menggabungkan Kurban dan Aqiqah dalam Satu Hewan Sembelihan? Simak Hukumnya
-
Gudang Miami Kalideres Masih 'Mendidih': Letupan Freon dan Asap Beracun Hambat Pendinginan
-
Publik Jepang Ramai-ramai Doakan Timnas Indonesia Tumbangkan Qatar di Piala Asia 2027
-
Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
-
Berdamai dengan Hidup Pas-Pasan: Kritik Tajam atas Kapitalisme Modern
-
Soal LCC Empat Pilar, Cucun Protes Keras ke Setjen MPR: Angkat Juri yang Bener
-
Dyastasita Juri LCC Empat Pilar MPR Pernah Diperiksa KPK soal Kasus Suap Rp 17 Miliar