/
Minggu, 29 Januari 2023 | 12:50 WIB
Ketawa Tanggapi Isu Rabu Pon Bakal Reshuflle, Jokowi: Masak? Hehe(YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo menanggapi isu perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang belakangan ini kian santer berhembus. Diketahui isu reshuffle itu bakal terjadi pada 1 Februari atau Rabu Pon, pekan depan. 

Terkait isu reshuffle itu, Jokowi justru bertanya balik kepada jurnalis saat melempar pertanyaan kepadanya. Sambil tertawa, Jokowi pun santai menanggapi soal isu Rabu Pon bakal terjadi reshuffle kabinet 

"Masak? Rabu Pon? Benar? Hehe," kata Kepala Negara saat ditemui oleh awak media di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (29/1/2023).

Soal isu reshuffle kabinet yang bakal terjadi pada Rabu Pon pekan depan, Jokowi pun menyarankan agar masyarakat bersabar menunggu keputusan pemerintah.

"Ya nanti tunggu saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku partainya sudah memberikan masukan kepada Jokowi soal isu adanya reshuffle kabinet. Namun, menurut Hasto kepetusan reshuflle adalah hak prerogratif Jokowi selaku presiden. 

"Kalau reshuffle kan hanya bisa terjadi atas kehendak bapak presiden dan itu kewenangan bapak Presiden," kata Hasto ditemui usai acara rangkaian HUT PDIP ke-50 di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/1/2023).

Ia mengatakan, PDIP sebagai partai pendukung pemerintah memang telah memberikan berbagai masukan. Namun, PDIP belum bisa membeberkan nama lantaran terkait masa depan seseorang.

"Tentu saja sebagai partai kami memberikan masukan, tapi terkait dengan nama, ada aspek-aspek teknis, ini menyangkut masa depan seseorang. Kami mohon maaf tidak bisa menyampaikan," ungkapnya.

Baca Juga: Sikap Berkelas PM Malaysia Respons Aksi Tak Terpuji Rasmus Paludan: Cetak 1 Juta Alquran!

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada momentum 1 Februari yang bertepatan dengan Rabu Pon akan dilaksanakan perombakan kabinet, Hasto kemudian bicara pemimpin mengambil momentum.

"Ya, Rabu Pon, berbagai momentum-momentum pada Rabu Pon, itu memang sering mengandung sesuatu yang istimewa dalam pengertian muncul kesadaran batin di dalam mengambil keputusan-keputusan strategis. Setiap orang punya preferensi itu," tuturnya.

Hasto mengatakan, Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno juga memiliki preferensi dalam mengambil kebijakan. Yakni melihat momentum 17 Agutus 1945 dalam pembangunan Waduk Jati Luhur.

"Kemudian menetapkan pola pembangunan semesta berencana, itu total halamannya seperti itu, mewakili 17-8-45 sehingga itu preferensi biasa dipilih para pemimpin. Ya, kita tunggu saja apakah akan terjadi reshuffle atau tidak, kita tunggu saja keputusan presiden."

(Sumber: Suara.com)

Load More