Vonis hukuman mati yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan kepada Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua masih menjadi sorotan publik. Bahkan, artis Nikita Mirzani ikut berkomentar soal vonis berat yang diterima Ferdy Sambo itu.
Wanita yang akrab disapa Niki itu justru menganggap jika hukuman mati yang dijatuhkan kepada Ferdy Sambo tidak tepat. Bahkan, Nikita Mirzani terang-terangan menyemprot hakim yang memberi vonis hukiuman mati kepada Sambo. Sebab, menurutnya hanya Tuhan yang berhak mencabut nyawa manusia.
"Sampaikan sama hakim yang terhormat, yang menyidangkan kasus Sambo itu ya, lu kasih tahu dia, hanya Tuhan yang berhak mencabut nyawa manusia, paham?" kata Nikita Mirzani saat live streaming di kanal YouTube Suster Cinta sebagaimana dikutip dari Suara.com, Jumat (17/02/2023).
Tak cuma itu, Nikita pun turut menyoroti vonis ringan yang diberikan hakim kepada Richard Eliezer alias Bharada E. Menurutnya, putusan itu tidak adil, karena Bharada E adalah orang yang menjadi eksekutor Brigadir J.
"Enggak fair, dia yang bunuh, dia yang dihukum satu tahun enam bulan," katanya.
Nikita menganggap alasan Richard berkata jujur karena takut mendekam di dalam penjara. Menurutnya Richard seharusnya tak menembak Brigadir J sejak awal jika memang ingin jujur.
“Kejujuran mahal? Alah kampret, iya kejujuran karena dia enggak mau dihukum lama di penjara, makanya dia ngomong begitu. Dari awal harusnya kalau mau jujur, jangan terima itu duit. Kalau mau jujur, jangan lah kau tembak Yosua,” tegas Nikita.
Sontak saja, ucapan Nikita Mirzani yang blak-blakan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet hingga menuai perdebatan.
(Sumber: Suara.com)
Baca Juga: Tumbuh dan Berkembang Bersama, Chenle Bongkar Rahasia Kekompakan NCT Dream
Berita Terkait
-
Suami Curhat Risiko Istri Dukung Penuh Richard Eliezer, Netizen: Cuma Bisa Istighfar
-
CEK FAKTA: Anak Ferdy Sambo Depresi Nekat Akhiri Hidup Gegara Ayahnya Divonis Mati, Benarkah?
-
Apa Beda Kasus Sambo vs Soegeng Soetarto? Dua Jenderal Polisi di Indonesia yang Divonis Mati
-
Zanzabella Ungkap Perkembangan Kasusnya, Nikita Mirzani Segera Diperiksa Polisi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Jangan Langsung Dibuang! 5 Sampah Dapur Ini Bisa Menyuburkan Tanaman
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Viral Bocah Rela Tak Jajan Usai Tahu Ibunya Tak Punya Uang, Bikin Warganet Haru
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam, Mengerikan Formasi Serang 3-4-3
-
Dari Rp9 Juta per Kapal hingga Dugaan Rp160 Miliar, Begini Perhitungan Kasus Sungai Lumpur
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Bada PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Review We Are All Trying Here: Merasa Tertinggal Bukan Berarti Terlambat
-
Kisah Austria Akhiri Kutukan 28 Tahun di Piala Dunia 2026 Bersama Heavy Pressing Ralf Rangnick