Suara.com - Artis Marissa Nasution mengaku kesulitan memahami komedi di Indonesia. Artis berdarah Jerman-Batak itu menilai lucu itu relatif, apa yang dianggap seseorang lucu belum tentu lucu di mata orang lain.
"Aku mengerti aku nggak bisa (melucu), itu bukan bakat aku, jadi aku nggak ingin memaksa," kata Marissa usai presscreening film "Epen Cupen The Movie" di XXI Epicentrum, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2015) malam.
Karena alasan inilah, maka Marissa mengaku beberapa kali dirinya menolak untuk tampil di acara komedi.
"Seorang komedian memang ada felling-nya, beberapa kali iya (ditawari), nggak usah jauh-jauh, kalau disuruh tampil di acara TV dan disuruh ngelucu aku nggak bisa," paparnya.
Beruntung di film terbarunya yang bergenre komedi berjudul "Epen Cupen The Movie" dia tidak dituntut untuk melucu.
"Saya melihatnya sebuah film komedi bukan berarti semua yang berperan harus jadi lucu. Makanya karakter saya sebagai Stella ini, merupakan orang yang cukup serius," paparnya.
Film yang disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar menceritakan seorang lelaki asal Papua bernama Celo, disuruh ayahnya untuk pergi mencari saudara kembarnya yang hilang sejak kecil. Celo berangkat dengan mengikuti petunjuk dari mimpi ayahnya yang melihat saudara kembarnya berada di medan perang.
Dalam proses pencarian ini, Celo bertemu dengan Babe pengusaha asal Medan yang usahanya bangkrut di tanah Papua. Tanpa disengaja mereka terbawa oleh pesawat menuju kota Jakarta. Dari situ masalah pun muncul.
Selain Marissa dan pemain sketsa "Upen Cepen" Klemen Awi, film ini juga diramaikan para komic seperti Babe Cabita, Edward Gunawan, Fico Fachriza, Nato Beko, Simson Rarameha, Pierre Gruno, Temon dan Desta. Rencananya film ini akan mulai diputar pada Selasa (13/5/2015) serentak di bioskop Indonesia.
Berita Terkait
-
Surat Cinta di Hari Film Indonesia
-
Komisi VII DPR Sentil Industri Film Nasional: 60 Persen Dikuasai Kelompok Tertentu, Dugaan Monopoli?
-
Panggung Komedi Berduka, Celo 'Epen Cupen' Meninggal Dunia
-
Warisan Puing-Puing: Nasib PFN di Tangan Ifan Seventeen, Mampukah Bangkit?
-
Sehari di Belakang Layar Sinema, Mendekatkan Masyarakat dengan Dunia Film Tanah Air
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru