Suara.com - Kasus pelecehan lambang negara penyanyi dangdut Zaskia Gotik masih diproses. Senin (28/3/2016) penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris selaku pelapor. Pemeriksaan berlangsung kurang lebih satu jam.
"Hari ini saya baru di BAP ditanyakan beberapa pertanyaan dan saya jawab tentang kronologis dan sebagainya. Setelah ini penyidik mungkin akan melanjutkan ke penyidikan," ujar Fahira ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/3/2016).
Dikatakan Fahira kepada wartawan, semua masyarakat pasti akan melaporkan kasus ini. Menurutnya, laporannya kepada kepolisian merupakan bentuk kesadaran sebagai seseorang warga negara yang memiliki jiwa nasionalisme.
"Itu pasti akan dilaporkan seseorang kepada kepolisian. Seseorang bisa saja saya, semua orang yang punya jiwa nasionalisme dan punya kesadaran," katanya.
Putri mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris ini berharap ke depannya kasus seperti ini tidak terjadi lagi dan harus dijadikan pelajaran penting bagi masyarakat agar tak asal mempermainkan lambang negara.
"Jadi marilah kita jadikan pelajaran penting dan catatan semua setelah kejadian Zaskia Gotik ini. Insya Allah tidak ada lagi masyarakat Indonesia manapun, baik yang berpendidikan SD atau apupun tidak boleh menghina lambang negara," imbuhnya
Selain Zaskia, dirinya juga melaporkan komedian sekaligus presenter Denny "Cagur", pembawa acara di program musik Dahsyat di RCTI. Dia menganggap Denny juga diduga terlibat dalam penghinaan simbol negara yang dilakukan Zaskia
Terkait dugaan pelecehan simbol negara itu dituang dalam nomor laporan polisi LP/1284/III/2016/PMJ/Ditreskrimum 17 Maret 2016. Zaskia dan Denny dijerat Pasal 154A KUHP dan pasal 155 KUHP tentang Pelecehan lambang negara.
Seperti diketahui, Zaskia telah menyebutkan hari proklamasi kemerdekaan diperingati tanggal 32 Agustus dan bebek nungging sebagai lambang sila kelima Pancasila.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun