Suara.com - Pernahkah anda membayangkan gabungan sosok karateka, artis, produser, sutradara dan pengusaha sekaligus? Ya, sosok itu ada dalam diri Livi Zheng, wanita muda kelahiran Blitar, Jawa Timur.
Livi lahir pada 3 April 1989.Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Ken. Pada usia empat tahun, ia dan keluarganya berpindah ke Jakarta. Ia dan Ken berpindah ke Beijing ketika ia berusia lima belas tahun, dan ke Amerika Serikat ketika ia berusia delapan belas tahun.
Awalnya ia tinggal di Beijing untuk melanjutkan SMA. Saat tinggal di Beijing, Livi mempelajari seni bela diri Wushu. Dari Wushu inilah, Livi berhasil mendapat dapat beasiswa untuk belajar film.
Dari beasiswa yang didapat dari Shi Cha Hai Sports School, Livi kemudian melanjutkan SMA di Beijing. Disana, ia lebih memperdalam olahraga Wushu.
Pada tahun 2007, selepas lulus SMA, Livi pindah ke Amerika Serikat untuk mengambil kuliah S1 jurusan Ekonomi di Universitas Washington. Saat kuliah, Livi menekuni beladiri Karate. Livi mewakili tim Karate negara bagian Washington pada tahun-tahun ia berada di kampus dan memenangkan lebih dari 25 medali dan trofi untuk kompetisi wilayah dan nasional di Amerika Serikat.Livi memenangkan kompetisi dari 2009 US Open, Orlando, Kejuaraan Karate Terbuka Shorinryu Tahunan ke-36, sampai Turnamen Invitasional Federasi Karate Negara Bagian Washington 2010 dan Kualifikasi Federasi Karate Nasional AS.
Walau mengambil jurusan ekonomi, Livi mengakui bahwa film adalah dunia yang menjadi cita-cita sesungguhnya.
"Saya merasa apapun yang kita pelajari tidak pernah sia-sia. Sebetulnya passion saya sejak dulu di film. Tapi karena latar belakang keluarga banyak di bisnis, akhirnya saya mengambil studi ekonomi," kata Livi dalam wawancara di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Setelah menyelesaikan kuliah S-1nya di Universitas Washington, untuk memperdalam kemampuan ilmu perfilman, Livi memutuskan melanjutkan kuliah S2-nya di Universitas Carolina Selatan dengan mengambil jurusan Cinematic Arts.
Livi memulai karir sebagai sutradara pada tahun 2012. Namun untuk mencapai ini, sungguh tidak mudah. Ia sempat mengalami penolakan sebanyak 32 kali atas naskah skenario film yang ia susun. Ia menyadari memulai karir di bidang apapun, termasuk industri film, sangalah sulit. "Sebab itulah saya tidak pernah menyerah," ujarnya.
Pelan-pelan seiring waktu, Livi mulai membangun tim produksi sendiri Hingga saat ini Livi Zheng telah memproduseri 4 film Hollywood, diantaranya The Empire's Throne, Legend of The Best, Brush with Danger, dan yang akan rilis tahun depan yaitu Untitled Action Thriller.
Salah satu karya film miliknya, Brush with Danger masuk menjadi salah satu seleksi nominasi Oscar 2015. Film ini bersaing dengan film-film box office seperti Hunger Games dan Interstellar.
"Saya sekarang memiliki tim sendiri. Tahun ini ada delapan proyek pembuatan film," ujarnya.
Kiprah Livi Zheng dalam mengangkat Indonesia melalui filmnya terus berlanjut. Melalui karya film layar lebar berjudul "Insight", Livi memasukkan unsur beladiri pencak silat dan musik Indonesia.
Livi juga baru saja menyelesaikan empat proyek di Indonesia, antara lain film iklan berformat film pendek "Life is Full of Surprises" dan "Second Chance" yang proses syutingnya dilakukan di Sukabumi, Jawa Barat.
Dalam film "Life is Full of Surprises" yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 itu, Livi mengkombinasikan adegan bola api, cambuk api dan pencak silat sebagai adegan pembuka.
Berita Terkait
-
Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Siap Mengocok Perut, Oh Jung Se Tampil Nyentrik di Film 'Wild Sing'
-
Film Witch on the Holy Night Ungkap Visual Karakter dan Pengisi Suara Utama
-
Ada Koo Kyo Hwan, Film Korea Komedi Gardeners Rilis Jajaran Pemain
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Ramai Seruan Boikot Naykilla, Buntut Terang-terangan Dukung LGBT
-
Sunan Kalijaga Minta Rieke Diah Pitaloka dan DPR RI Bersikap Adil soal Kasus Erin Taulany dan ART
-
Kendall Jenner dan Jacob Elordi Tepergok Double Date bareng Kylie dan Timothee
-
Dokter Hilda Natalia Guyon Samakan Kreator Disabilitas dengan Hewan Peliharaan, Berujung Minta Maaf
-
Erin Taulany Siap Buka-bukaan di Kantor Polisi, Bantah Tuduhan Penganiayaan ART
-
Viral Selebgram Berhijab Dituding Kejam ke Karyawan, ART Meninggal karena Sakit Dilarang Pulang
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
-
Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton
-
CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore
-
Curhatan Eks Kru Ini Talkshow Viral, Mengaku Dilempar Skrip oleh Host Terkenal