Suara.com - Pucuk Cool Jam Festival 2018 yang digelar Sabtu (21/4/2018) lalu di Taman Menteng kembali menelurkan musisi buda berbakat dari bangku sekolahan. Keluar sebagai pemenang utama yakni Synthetic asal SMA Negeri 4 Tangerang Selatan dari kategori band dan New Kabisa asal SMA 1 BPI 1 Bandung dari kategori ekstrakurikuler sebagai pemenang pertama Pucuk Cool Jam 2018.
Salah satu perwakilan juri dari kategori band, M. Adri Prakarsa (Adri Nidji/Nev), mengaku bangga melihat penampilan seluruh penampilan Finalis Pucuk Cool Jam 2018, khususnya yang terpilih sebagai pemenang. Ia menyatakan bahwa ada keunikan yang dimiliki Synthetic Band yang membuat mereka berhasil menyabet gelar pemenang Pucuk Cool Jam 2018 ini.
“Energi musik yang disampaikan luar biasa, dilengkapi dengan penguasaan materi yang cerdas. Saya dan Satrio, juga Iman, sangat sulit menentukan siapa yang terbaik sejujurnya. Namun kami sepakat pemenang yang kami pilih ini adalah best of the best. Bukan berarti yang lain tidak bagus, semua yang tampil hari ini berhasil mencuri hati kami,” ungkap Adri seperti dilansir dari keterangan resmi yang diterima Suara.com.
Arrafiu, keyboardist Synthetic pemenang Pucuk Cool Jam 2018 kategori band dari SMA Negeri 4 Tangerang Selatan, mengatakan bahwa Pucuk Cool Jam Festival 2018 merupakan pembelajaran terbaik yang diharapkan dapat menjadi pintu gerbang untuk berkarya di blantika musik Indonesia.
"Ini akan terus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang nggak akan pernah terlupakan karena bisa bertemu dengan teman dan juri yang hebat. Semoga perjalanan ini menjadi pemicu untuk kami melangkah lebih jauh lagi,” kata Arrafiu.
Tak hanya kategori band, para finalis Pucuk Cool Jam 2018 kategori ekstrakurikuler juga tampil dengan apik dan sukses menghibur para pengunjung yang hadir di Pucuk Cool Jam Festival 2018. Evelinn Kurniadi menyebutkan bahwa pemenang kategori ekstrakurikuler memiliki nilai outstanding di semua kriteria penjurian.
Teh Pucuk Harum sebagai penyelenggara ajang musik berbakat bertajuk Pucuk Cool Jam 2018 ini sangat bangga bisa menjadi saksi perkembangan musisi muda berbakat dari tahun ke tahun.
“Kami berharap Pucuk Cool Jam Festival 2018 ini bisa menjadi penutup manis dari rangkaian Pucuk Cool Jam 2018. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi para pemenang sekaligus Pucuk Momen yang tak akan terlupakan,” tutup Erick Harijanto, Marketing Manager RTD Tea & Juice PT Mayora Indah Tbk dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga: Pemanis Buatan Rendah Kalori Tetap Buruk Buat Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kilas Balik 10 Karya Ikonik Wim Wenders, Sang Presiden Juri Berlinale 2026
-
Kisah Kelam Aurelie Moeremans Diminta Mantan Bertato Agar Gagal Ikut Kontes Kecantikan
-
Segera Tayang di Indonesia, Papa Zola The Movie Angkat Peran Ayah dalam Film Animasi Keluarga
-
7 Fakta Perceraian Kristy dan Desmond Scott yang Bikin Geger, Ada Perselingkuhan?
-
Fakta Film Bidadari Surga: File Sempat Hilang hingga Dinda Hauw Syuting dalam Kondisi Baby Blues
-
Sintya Marisca Pamer Foto Cincin di Jari Manis, Resmi Tunangan?
-
Sinopsis Crime 101, Chris Hemsworth Jadi Pencuri Ulung Paling Diburu Polisi
-
5 Aktris yang Paling Diunggulkan untuk Peran Mother Gothel di Live-Action Tangled
-
5 Momen Ikonik GDA 2026: Daesang Jennie hingga Aksi 'Loading' CORTIS!
-
Apa Itu Child Grooming? Pengalaman Traumatis Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings