Suara.com - Peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan putusnya kaki kiri seorang driver ojek online bernama Nur Irfan sudah hampir memasuki dua bulan.
Namun, polisi hingga kini belum melimpahkan berkas kasus yang menjerat model cantik bernama Tiara Ayu Fauzyah sebagai tersangka ke pihak kejaksaan.
Perihal hal ini, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menjelaskan alasan kasus tersebut belum ditingkatkan ke tahap penuntutan.
Menurutnya, hingga kini polisi masih mengumpulkan keterangan saksi agar kasus tersebut bisa segera dikirim ke kejaksan.
"Masih dalam proses penyidikan melengkapi pemeriksaan saksi-saksi," kata Budiyanto kepada Suara.com, Minggu (27/5/2018). Budiyanto juga belum bisa menyampaikan, kapan berkas kasus Tiara ini bisa segera rampung.
Selain itu, Budiyanto mengaku belum melihat langsung hasil pemeriksaan alat scanner 3 D yang digunakan untuk mengukur kecepatan mobil BMW yang dikemudikan Tiara saat menghantam korban. Padahal, alat scaner 3 D itu digunakan polisi saat melaksanakan olah TKP di lokasi kecelakaan beberapa waktu lalu.
"Belum tahu. Besok saya cek," katanya.
Sejak ditetapkan tersangka, Tiara Ayu Fauzyah tak menjalani masa penahanan. Polisi hanya memberlakukan wajib lapor kepada Tiara. Perihal hal ini, Budiyanto pun menyampaikan, Tiara cukup kooperatif selama menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis.
"Yang bersangkutan (Tiara) cukup kooperatif," ucapnya.
Nur Irfan mengalami luka parah hingga kaki kirinya putus setelah ditabrak mobil BMW yang dikemudikan Tiara Ayu Fauzyah di perempatan Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018) malam.
Kecelakaan itu terjadi karena Tiara Ayu Fauzyah terpengaruh minuman keras selepas pulang kerja di sebuah tempat karaoke di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan wanita cantik itu sebagai tersangka. Tiara dijerat Pasal 310 ayat (3) Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.
Berita Terkait
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Merit System dalam BHR GoTo-Grab Dinilai Tepat Jaga Keadilan Mitra
-
Syarat Dapat BHR Ojol 2026: Cek Kriteria Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive
-
Kapan Bonus Hari Raya untuk Ojol Cair? Cek Daftar Penerima BHR
-
Pemda Diminta Bangun Posko Pengaduan THR dan BHR
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Dinding Rahim Lesti Sudah Tipis, Dokter Larang Keras Tambah Momongan setelah Melahirkan Anak Ketiga
-
Sosok Sabrina Farhana Istri Founder Nussa Rara yang Dikaitkan Isu Selingkuh, Kerabat Orang Populer
-
Bintang Netflix Will Goldfarb Sulap Jamu Jadi Dessert Mewah Ala Eropa
-
Dinar Candy: Setiap Bulan Puasa Aku Taubat, Tolak Job di Kelab Malam
-
Momen Selena Gomez Cium Jempol Kaki Suami Tuai Cibiran: Kayaknya Kena Dukun Deh
-
Sinopsis Drive, Sajikan Teror Live Streaming Tak Terduga
-
5 Alasan The King's Warden Meledak di Box Office Korea, 9 Juta Penonton dalam 27 Hari
-
Drama KPK Kejar Kakak Fairuz A Rafiq, Berakhir Gara-Gara Mobil Lowbat
-
Review Film Hoppers Hadirkan Visual Estetik dengan Pesan Lingkungan Menohok
-
Adab Nathalie Holscher saat Doa di Depan Ka'bah Bikin Geram: Doa atau Konten?