Suara.com - Perjalanan karier Nurul Mukharomah alias Mumuk Gomez di industri hiburan Tanah Air melewati banyak terjal.
Karier Mumuk dimulai setelah dia mengikuti ajang pencarian bakat Festival Orang Lucu Indonesia. Dan, namanya mulai dikenal luas ketika Mumuk didapuk jadi host program musik Dahsyat bareng Raffi Ahmad, Denny Cagur dan Ayu Dewi.
Sukses jadi pelawak dan presenter, Mumuk mencoba peruntungan di dunia akting. Film pertamanya merupakan produksi RA Pictures berjudul 13: The Haunted.
Di film itu, Mumuk bermain bersama Al Ghazali, Valerie Thomas hingga Marsha Aruan.
Kepada Suara.com belum lama ini, Mumuk menceritakan awal perjalanan kariernya hingga mencapai titik seperti sekarang. Menurut dia, begitu banyak cobaan yang ditemui di tengah perjalanannya.
Selengkapnya, simak wawancaranya berikut ini:
Bagaimana sih awalnya kamu terjun ke panggung hiburan?
Jadi dulu waktu tahun 2011, aku kan sekolah di Yogyakarta, di situ aku ikut audisi ajang pencarian bakat Festival Orang Lucu Indonesia (OLI) Kalau MNC atau TPI dulu namanya API (Akademi Pelawak TPI). Tapi karena ini di RCTI namanya Festival OLI. Jadi dari situ aku audisi di Yogyakarta. Sebetulnya awalnya iseng, aku kan anak theater terus kita coba daftar. Kita punya konsep nih. Tapi ternyata pas audisi aku sendiri dari grup theater yang ikutan. Aku nggak nyangka dari ratusan orang, aku satu-satunya perempuan yang lolos di Yogyakarta.
Terus sampai babak final nggak?
Baca Juga: Ibnu Jamil Lengket dengan Penyanyi Cantik, Pacar Baru?
Nggak nggak. Awalnya langsung karantina di Jakarta. Eh aku masuk 11 besar. Pas tampil tampil, aku bertahan sampai lima besar. Karena itu RCTI, jadi setelah keluar dari Festival OLI, aku langsung dikontrak SMN (Star Media Nusantara). Dari situlah mulai banyak tawaran program-program.
Program apa saja?
Awalnya dari cuma gimmick, bintang tamu. Sampe masuk Dahsyat dari cuma gimmck eh ditawarin jadi hostnya Dahsyat beneran. Lalu di situ mulai masuk sinteron juga. Terus aku juga punya program sendiri.
Awalnya emang pingin jadi artis?
Sebenernya aku nggak mau fokus ke dunia ini tapi kok makin ke sini makin banyak tawaran. Jadi coba diseriusin. Alhamdulillah banyak program sampai saat ini. Beberapa film juga. Jadi so far alhamdulillah.
Inget nggak dulu pertama kali dibayar berapa?
Dulu pertama kali setelah gabung SMN masuk Dahsyat. Itu masih dibayar Rp 750 ribu.
Kamu mulai merasa dikenal masyarakat sejak kapan?
Kayaknya pas program sahur RCTI. Itu ada namanya Kampung Bejo. Itu pas aku lepas dari Festival OLI. Itu 2012-an.
Berita Terkait
-
Karier di Era AI Tak Hanya Soal Skill Digital, Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Jadi Pembeda
-
Antara Minat, Jurusan, dan Karier: Haruskah Semuanya Selalu Sejalan?
-
Kerja Sesuai Passion atau Demi Uang? Dilema Gen Z saat Memilih Karier
-
Paradoks Karier: Kenapa Resign Terlihat Begitu Keren di TikTok Tapi Terasa Berat di Dunia Nyata?
-
Tak Sekadar Kuliah, WNI Kini Mulai Melirik New Zealand untuk Membangun Karier Global
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan