Saya belum sempat, kalau katakanlah menjadi juara, karena saya waktu itu keburu ditugaskan mewakilkan perguruan, mengikuti penataran pelatih dan masuk jadi juri tingkat nasional. Jadi begitu kita masuk tingkat juri, kita tidak boleh lagi tanding sebagai atlet.
Lalu bagaimana ceritanya jadi pelatih pencak silat?
Saya kebetulan satu tahun atau kurang satu tahun di pelatih profesional terus langsung ditugaskan untuk mengikuti penataran itu.
Sempat ditawari buat melatih atlet pencak silat Indonesia buat kejuaraan Internasional seperti Asian Games?
Sempat. Dulu dari perguruan kami pernah melatih untuk pernapasannya.
Terus gimana Kang, dari pencak silat sekarang kok jadi aktor?
Saya rasa ini intinya tidak hanya saja saya, yang lain juga, ini adalah perjalanan hidup saya. Sebelum masuk entertain, kurang lebih 30 tahun di pencak silat, saya bertemu director yang berasal dari luar tapi kebetulan dia menikah dengan orang Indonesia. Dia tertarik dengan pencak silat terus membuat film dokumenter pencak silat. Karena dia sangat menyayangkan kenapa orang Indonesia tidak membuat film real pencak silat, walau pun sebelumnya banyak tapi saya melihatnya itu cuma bumbu saja.
Tapi dia ini memulai riset dari satu daerah ke daerah lain, bahkan dari satu aliran ke aliran lainnya, ke perguruan satu ke perguruan lainnya, sampai akhirnya menemukanlah Iko Uwais. Dan di saat persiapan film pertamanya itu meminta saya untuk menjadi salah satu tim koreo fightingnya. Kemudian menjelang syutingnya, ada satu karakter memang yang menguasai teknik pencak silat, selain bisa fighting tapi juga bisa drama. Setelah tidak ada yang cocok, ada yang menganjurkan saya ikut casting. Ternyata saya diminta untuk memainkan karakter itu. Sampai akhirnya ke sini-sini banyak tawaran main film. Sampai akhirnya ke Wiro Sableng. Dan ini suatu kehormatan buat saya. Dan ini betul-betul kebanggan tersendiri buat saya.
Kira-kira sebagai pelatih pencak silat atau aktor besar mana penghasilannya?
Baca Juga: Warganet Terharu Mantan Suami Denada Unggah Foto Bareng Putrinya
Saya rasa relatif. Angka itu bisa dikatakan besar kalau kita lihat dari bawah, kalau dari atas itu kecil. Jadi saya rasa relatif.
Tapi lebih nyaman di zona pencak silat atau pemain film?
Saya bangga jadi pelatih silat yang bekerja juga di dunia entertain. Tapi saya juga bangga menjadi entertainer juga bisa pesilat. Karena buat saya layar lebar bisa menjadi sarana baru memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat yang lebih general lagi.
Karena dari tahun awal 1990-an, dengan satu gebrakan lewat Pencak Silat Menembus Dunia, dari panggung ke panggung, dari satu negara ke negara lain. Itu pastinya hanya ditonton oleh masyarakat pecinta bela diri. Tapi melalui media layar lebar ini saya dan kawan-kawan punya kesempatan mengenalkan pencak silat lebih ke masyarakat luas lagi. Tidak hanya mereka yang pecinta bela diri, mereka yang pecinta hiburan juga bisa melihat sebuah budaya dan karakter bela diri pencak silat.
Lihat atlet pencak silat sekarang bisa peluang jadi aktor juga?
Buat saya peluang itu tidak tertutup kemungkinan. Bukan cuma atlet, yang non-atlet saja masih punya peluang. Saya saja bukan atlet tiba-tiba masuk jadi aktor.
Berita Terkait
-
Bukan Liburan, Nassar Ungkap Jalur Healing: Bikin Orang Tertawa
-
Bukan Sekadar Cantik, Finalis Puteri Indonesia 2026 Dibekali Edukasi Keamanan Produk oleh BPOM
-
Penampilan Berubah Drastis, Ria Ricis Akui Jalani Operasi Hidung
-
Selebgram Desi Ria Makdalena Ngamuk Sebut Ibu Najis, Putus Hubungan di Depan Keluarga
-
Omara Esteghlal Ungkap Kondisi Memprihatinkan Tol Mahal Tapi Berlubang: Hati-Hati Guys
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun
-
Sering Ugal-ugalan, Identitas Sopir Taksi Hijau Dikuliti Netizen: Buangan Bluebird!
-
Muncul Spekulasi Liar, Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Kehadirannya di Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi
-
Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Satu Pengasuh Tangani Delapan Anak
-
Diduga Sering Palak Pengamen dan Ojol, Preman Babak Belur Dikeroyok Warga di Stasiun Bogor
-
Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi
-
Masuk Jajaran Lima Bupati Terbaik, Lucky Hakim Sebut Bukan Capaian Pribadi
-
Harganya di Bawah Rp50 Juta, Ini Penampakan Cincin Nikah Syifa Hadju
-
Kronologi Kreator Konten Della Septiani vs Dealer BYD di Bali: Klaim Dicuekin Sales hingga Somasi
-
Siapa Pemilik Green SM Indonesia? Taksi Listrik yang Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi