Suara.com - Penulis buku Jakarta Undercover, Moammar Emka blak-blakan bicara soal prostitusi di kalangan artis. Termasuk peran mucikari sebagai penjembatan bisnis layanan seks tersebut.
Moammar Emka terlebih dulu mengklasifikasikan artis prostitusi berdasarkan tarif yang dipatok.
Kalangan bawah alias C adalah mereka, selebriti kurang terkenal bisa mendapatkan uang hingga Rp 50 juta. Sementara, kelas A tarifnya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Beda tarif, beda pula cara mucikari menangani klien mereka dan pemberi layanan seks. "(Kelas bawah) ada jaringan yang mengoperasikan. Muncikari, papa atau mami," kata Moammar Emka dikutip dari Kompas Tv, Selasa (147/2020).
"Prostitusi online ini lebih jelas, ada trigger yang lebih mudah melacaknya," imbuh Emka.
Sementara untuk kalangan atas, sulit untuk melacaknya. Sebab muncikari itu biasanya menggunakan jasa orang terdekat.
"Ada yang pakai jasa asisten atau manajer sebagai jembatan. Ini yang membuat (kasus prostitusi) tidak tercium baunya," kata lelaki yang pernah mengulas sisi gelap kehidupan seks liar di Jakarta.
Namun Moammar Emka menyebut tidak semua manajer maupun asisten melakukan hal kotor seperti itu. "Selalu ada dua sisi," katanya.
Baca Juga: Ini Beda Modus Prostitusi Artis Kelas Bawah dan Atas, Bikin Susah Dilacak
Ada pula peran mucikari untuk kalangan atas yang hanya sekadar mengenalkan sang artis dengan kliennya.
"Memang ada contact person yang mengenalkan, ada juga yang secara langsung," ucap Emka.
Sebelumnya dalam kasus penangkapan Hana Hanifah terkait prostitusi, ia juga menggunakan jasa dua muncikari. Berinisial R dan J yang berprofesi sebagai fotografer di Jakarta.
Meski kasus prostitusi itu terbongkar, Moammar Emka menyebut ini hanya kasus kecil dari bisnis esek-esek yang dilakukan segelintir selebriti.
"Menarik, ternyata kasus prostitusi artis yang tampak selama ini ternyata kelasnya kecil. Kalau artis kakap itu modusnya susah dilihat," katanya mengakhiri.
Berita Terkait
-
Siapa Artis Berinisial TB di Bali yang Pernah Dijual Mantan Muncikari Robby Abbas?
-
Robby Abbas Pernah Jual Artis Terkenal Senilai Rp400 Juta, Inisial TB dan Tinggal di Bali
-
Jejak Karier Hana Hanifah Terseret Kasus Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Riau
-
Hana Hanifah Apa Sudah Menikah? Sosoknya Kembali Disorot Usai Terseret Korupsi DPRD Riau
-
Kasus Prostitusi Hingga Korupsi, Ini Deretan Kontroversi Hana Hanifah!
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi