Suara.com - Rahmat Junjung Sianturi membantah panjat sosial alias pansos usai melaporkan artis Nikita Mirzani ke polisi. Dia melaporkan ibu tiga anak itu terkait konten asusila.
"Nggak perlu (cari panggung). Kita sudah punya nama di Medan," ungkap Rahmat saat jumpa press di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2020).
Lelaki asal Medan itu menyebut kalau namanya sudah dikenal Medan. Maklum profesinya sebagai seorang pengacara membuatnya banyak dikenal orang.
"Bisa ditanya dari pengadilan negeri bisa ditanya Rahmat Junjung. Bukan masalah namalah. Nggak ada kita mau tenar di mata manusia," tuturnya.
Baginya melaporkan akun YouTube Nikita Mirzani menjadi kewajiban karena sudah dianggap mengumbar konten pornografi.
Konten itu dianggap meresahkan karena Nikita Mirzani mewawancarai Cimoy Montok yang masih 16 tahun tentang hal-hal dewasa.
"Ustaz saya aja yang menyebar kebaikan ada yang berani melaporkan. Masa yang jelas ada orang mewawancara anak di bawah umur (soal sex) nggak berani (dilaporkan)," terang Rahmat.
Seperti diketahui, Rahmat mewakili masyarakat Medan melaporkan akun YouTube Nikita Mirzani, Crazy Nikmir Real ke Polda Sumatera Barat terkait dugaan pornografi dan asusila terhadap anak di bawah umur pada Senin (26/10/2020).
Selain itu, dia juga mengadukan konten mantan istri Dipo Latief itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Baca Juga: Konten Bareng Cimoy Dinilai Vulgar, Nikita Mirzani Juga Dilaporkan ke KPAI
Berita Terkait
-
Kerugian Lebih Besar dari Kasus Nikita Mirzani, Kok Melani Mecimapro Bebas?
-
Siapa Reynaldi Bermundo? Influencer Muda yang Baru Saja Meninggal, Kondisi Terakhirnya Disorot
-
Nikita Mirzani Minta Denada Jangan Berkelit: Akuin Aja Itu Anak Lo, Gitu Aja Repot
-
Lagi Dipenjara, Nikita Mirzani Masih Bisa Ledek Richard Lee yang Kini Jadi Tersangka
-
Richard Lee Diperiksa Polisi, Dokter Detektif Mendadak Muncul di Polda Metro Jaya Tuntut Penahanan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'
-
Vilmei Nangis Akun TikTok 68 Juta Followers Diblokir Permanen, Kerugian Capai Miliaran?
-
Clara Shinta Sindir Tasya Farasya Bongkar Setingan Konten Spill Skincare: Itu Kode Etik
-
Lebih dari Sekadar Isu Lingkungan, Sandy Canester Ajak Pendengar Berefleksi Lewat Single Pohon
-
Viral Guru Muslim Mengajar di Sekolah Katolik, Sikap Siswanya Saat Ramadan Jadi Sorotan
-
Babak Baru Fariz RM Usai Bebas Penjara: Cuma Main Musik, Manajemen Diurus Keluarga
-
Bukan Sekadar Kuliner, RM Padang Payakumbuah Rilis Video Klip Bareng Davina Karamoy dan Laleilmanino
-
Fakta Baru, Raihan dan Mahasiswi UIN Suska yang Dibacok Sebenarnya Pacaran?
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock