Suara.com - Barry Prima menjadi salah satu aktor legendaris kebanggaan Indonesia. Tak Kurang dari 100 judul film dan sinetron dimainkan aktor yang berkecimpung di dunia entertainment selama 42 tahun ini.
Kendati laris sebagai aktor, Barry Prima tak suka mengumbar kehidupan pribadinya pada publik.
Itulah mengapa hanya sedikit ulasan sosok Barry Prima terutama di media online. Salah satunya soal tanggal lahir aktor yang pernah beradu peran dengan ratu horor, Suzanna.
Wikipedia menyatakan aktor bernama lengkap Hubertus Barry Knoch Prima ini lahir pada 31 Oktober 1955.
"Salah itu, saya lahir 1954 di tanggal 19 Agustus. Kalau (lahir) Bandung itu betul," kata Barry Prima yang ditemui Suara.com kawasan Cisarua, Jawa Barat belum lama ini.
Mengenai kesalahan tanggal lahirnya itu, Barry Prima tak mau ambil pusing. Hal terpenting baginya adalah masyarakat bisa menyaksikan karyanya.
Berkisah soal masa kecilnya, Barry Prima pernah hijrah ke Swiss saat usianya menginjak 4,5 tahun. Ia tinggal di sana kurang lebih 4 tahun.
"Gara-gara Belanda yang diasingkan waktu itu. Akhirnya pindah keluar negeri," bebernya.
Kendati ayahnya berdarah Belanda, namun pilihan tinggal saat itu bukan di Negara Kincir Angin.
Baca Juga: Ivan Gunawan Benarkan Rancang Kostum Manggung Rhoma Irama
"Kenapa di Swiss, karena negaranya netral," terang lawan main sang ratu horor, Suzanna ini.
Setelah Indonesia dalam keadaan baik, ia bersama 9 saudara dan orangtua kembali ke Indonesia, tepatnya di Bandung, Jawa Barat.
"Kira-kira PKI, saya sudah ada di Indonesia. Merasakan betul jaman itu, tapi karena keluarga saya bukan PKI ya tenang-tenang saja," terang Barry Prima.
Kepada Suara.com, Barry Prima mengaku tidak mengenyam bangku sekolah.
"Dulu saya mah nggak sekolah, ya nggak gimana-gimana belajarnya. Tanya sama kamu, 1+1= 3 kan," tuturnya.
Namun pernyataan itu rupanya hanya guyon yang dilemparkan Barry Prima. Sebab dari ceritanya, ia pernah menelusuri hutan saat remaja.
Berita Terkait
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Cuma Dikasih Makan Gratis, Farida Nurhan Ngamuk Diminta Review Restoran Besar Tanpa Bayaran
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi