Entertainment / Gosip
Rabu, 05 Mei 2021 | 15:05 WIB
Pandji Pragiwaksono [Suara.com/Dendi Afriyan].

"Kan nggak mungkin kan? Tapi pertanyaannya kemudian, kok kita tahunya Indonesia melawan penjajah dengan bambu runcing?" imbuhnya.

Ternyata kalimat "bambu runcing" itu adalah strategi Bung Karno untuk menyemangati masyarakat mengusir penjajah.

"Bung Karno, pada tanggal 17 Agustus itu memproklamirkan di Pegangsaan Timur, betul? Indonesia kan belum tahu kalau kita merdeka," ujar oaktor kelahiran Singapura ini.

Sebagai pengingat, jaman merdeka dulu belum ada televisi yang bisa menyiarkan secara langsung. Untuk itu Presiden pertama Indonesia tersebut memanfaatkan radio.

"Bung Karno tahu ini harus diberitakan. Setiap malam, beliau pidato di RRI. Membacakan proklamasi, untuk membakar semangat massa. Seperti 'Nih gue di Jakarta, tapi pengin orang-orang di daerah merasa gue ngomong sama dia.'," jelas Pandji.

Agar warga di daerah merasa dekat dengan Bung Karno, sang Presiden pun menganalogikan perlawanan dengan bambu runcing.

"Dia tahu, setiap daerah di Indonesia pasti ada pohon bambu. Maka ketika Bung Karno bilang 'Potong bambu di depan rumahmu, bikin jadi bambu runcing, hajar, usir penjajah dari tanahmu'. Itu orang di seluruh Indonesia, merasa diajak ngomong karena depan rumah mereka ada pohon bambu," paparnya.

Hingga pada akhirnya masyarakat yang mendengar pidato Bung Karno pun bersemangat dan bisa mengusir penjajah dari Indonesia pasca kemerdekaan.

Baca Juga: Materi Stand Up Pandji Pragiwaksono soal Bambu Runcing Tuai Protes

Load More