- Komika Pandji Pragiwaksono menemui para pelapor di Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 April 2026, terkait dugaan penistaan agama.
- Pertemuan difasilitasi penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai bentuk itikad baik Pandji untuk berdialog secara terbuka dan langsung.
- Dialog berjalan lancar dan kondusif tanpa menghasilkan kesepakatan atau keputusan hukum tertentu, namun kedua pihak tetap membuka ruang komunikasi.
Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono menyambangi Polda Metro Jaya untuk bertemu dengan para pelapor dalam kasus dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy berjudul Mens Rea.
Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji melakukan pertemuan langsung dengan para pelapor di kantor Polda Metro Jaya. Namun, dialog tersebut belum menghasilkan kesepakatan apa pun.
Haris Azhar menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif dari pihak Pandji yang kemudian difasilitasi oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
“Tadi ada lima pelapor hadir semua, dan proses dialognya difasilitasi dengan baik oleh Polda Metro yang sudah dipersiapkan sejak kira-kira dua minggu lalu,” kata Haris di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026).
Ia menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung lancar dan terbuka. Pihaknya juga datang tanpa membawa tuntutan apa pun, mengingat posisi mereka saat ini sebagai pihak terlapor.
“Kami tidak menuntut apa-apa, apalagi kami posisinya sebagai terlapor. Tapi kami menunjukkan itikad baik bahwa kami ingin berdialog, bertukar pikiran, bertukar informasi, dan memahami latar belakang laporan yang diajukan ke Polda Metro,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, para pelapor seperti Novel Bamukmin, Aziz Yanuar dari Persaudaraan Islam, serta beberapa perwakilan lainnya termasuk tokoh dari Banten dan kalangan muda, menyampaikan sejumlah catatan terkait materi stand up comedy Pandji berjudul Mens Rea.
Menurut Haris, Pandji juga langsung memberikan penjelasan atas berbagai hal yang dipersoalkan oleh para pelapor.
Ia menyebutkan bahwa terdapat beberapa catatan yang disampaikan pelapor, khususnya dari Novel Bamukmin dan Aziz Yanuar. Novel, misalnya, menyampaikan empat poin dalam perkara ini.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Rilis Buku Mens Rea April Mendatang, Bedah Data di Balik Materi Komedi
“Pertama soal permintaan maaf, kedua diminta bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lalu tidak mengulangi perbuatannya, dan minta maaf kepada publik,” ucap Haris.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil keputusan ataupun menyepakati tuntutan tertentu.
“Kami tekankan bahwa ini murni dialog. Tidak ada komitmen apa pun, tidak ada janji tertulis atau yang disuarakan,” tegasnya.
Haris juga menyampaikan bahwa Pandji telah mencatat seluruh masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Pandji bahkan menyampaikan permintaan maaf apabila ada materi yang dianggap menyinggung pihak tertentu.
“Posisinya sama-sama muslim, sama-sama menghormati soal shalat. Jadi pembicaraan tadi mengerucut ke beberapa hal,” katanya.
Menariknya, setelah sesi formal selesai, suasana pertemuan justru menjadi lebih hangat. Menurut Haris, komunikasi yang terjalin antara kedua pihak berjalan dengan cukup terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
5 Tips Memilih Kaus Kaki untuk Jalan Jauh agar Tidak Lecet dan Bau, Melangkah Makin Nyaman
-
Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan
-
Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung
-
Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur
-
355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan
-
Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!