Suara.com - Sebelum menjadi seorang penyanyi, Betrand Peto tinggal di sebuah desa kecil bernama Desa Cancar, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Penyanyi kelahiran 2005 itu diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya.
Seperti diketahui Betrand Peto memilih tinggal di Jakarta setelah diasuh oleh Ruben Onsu dan Sarwedah Tan. Selain itu yang membuatnya semakin betah di Jakarta kariernya sebagai seorang penyanyi semakin baik.
Penasaran seperti apa rumah Betrand Peto di Manggarai, Nusa Tenggara Timur? Intip deretan potretnya berikut ini dilansir dari kanal YouTube Ferdy Peto.
1. Seperti inilah rumah Betrand Peto anak angkat Ruben Onsu di kampung halaman. Jauh dari kata mewah. Meski sederhana, rumah masa kecil Betrand Peto ini tampak asri dengan halaman yang luas dan berbagai tanaman hias.
2. Ada toko kelontong atau sembako yang dikelola oleh keluarga Betrand Peto. Toko tersebut berada di depan rumahnya, tapi tidak menghadap jalan.
3. Tepat di samping rumah kakak Thalia dan Thania Putri Onsu ini, ada juga kuburan kakek buyutnya yang diketahui bernama Petrus Peto.
4. Teras rumah Betrand Peto di Manggarai cukup luas dan ada dua kursi yang diletakkan berjajar di sebelah kiri dari pintu masuk.
5. Bagian dalam rumah Betrand Peto cukup luas, lho. Ruang tamunya bahkan bisa diisi dengan beberapa kursi, termasuk sofa coklat dan meja kayu.
6. Sudut lain di rumah Betrand Peto juga diisi dengan sofa yang terlihat nyaman untuk beristirahat. Ada TV LED yang menjadi salah satu hiburan kala keluarga Betrand berkumpul untuk menonton penampilannya di televisi.
Baca Juga: 650 Ekor Kambing Asal NTT untuk Kebutuhan Kurban Idul Adha Tiba di Kabupaten Bulukumba
7. Mengintip ruang makan di rumah Betrand Peto yang kental dengan nuansa hijau. Meski perabotannya banyak, ruangan ini tidak terlihat sumpek.
8. Keluarga Betrand Peto rupanya masih memakai tungku kayu bakar sebagai kompor. Bisa dilihat dari potret dapur di rumahnya ini.
Itu dia rumah Betrand Peto di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sederhana namun tampak nyaman.
Berita Terkait
-
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun