Suara.com - Kasus Konser Berdendang Bergoyang naik dari tingkat penyelidikan ke tingkat penyidikan. HA sebagai penyelenggara atau event organizier pun terancam sebagai tersangka.
Seperti diketahui, Konser Berdendang Bergoyang seharusnya berlangsung pada 28,29, dan 30 Oktober 2022 di Istora Senayan. Namun konser hanya berlangsung sehari dan di hari kedua dan ketiga terpaksa dihentika pihak kepolisian.
Polisi menghentikan konser ini lantaran saat acara berlangsung di hari pertama, penonton membludak dan membuat suasana tak kondusif karena para penononton saling berdesakan. Bahkan tercatat lebih dari 30 orang pingsan. Rupanya, jumlah penonton tidak sesuai dengan kapasitas tempat acara tersebut berlangsung.
Setelah ditelusuri, penyelenggara rupanya menjual tiket lebih banyak dari kapasitas Istora Senayan. Kepada polisi, penyelenggara menyebut menjual 3 ribu tiket. Sementara dengan Sagtas Covid, penyelnggara menyebut menjual 5 ribu tiket. Padahal yang terjadi di lapangan, penyelenggara menjual lebih dari 27 ribu tiket hingga hari H.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, HA mengetahui soal penjualan tiket yang melebihi kapasitas venue dan tidak sesuai dengan yang disepakati kepada polisi dan Satgas Covid.
"HA tahu (soal penjualan tiket), soalnya tiket itu sudah dijual dari April. Mereka sudah menjual tiket sampai September total 13 ribu," kata Komarudin kepada wartawan, Jumat (4/11/2022).
"Artinya dia sudah mengetahui bahwa jumlahnya sangat tidak sesuai dengan jumlah yg diajukan ke pihak kepolisian 3 ribu, tapi ke satgas covid 5 ribu," kata Komarudin melanjutkan.
Hingga kini, polisi mengaku sudah memeriksa sebanyak 14 orang. HA sendiri masih berstatus sebagai saksi, dan bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan menjadi tersangka.
"Saat ini terlapor masih proses BAP. Status terlapor itu akan mengarah ke tersangka," ucap Komarudin.
Baca Juga: Konser Berdendang Bergoyang Parah Banget, Ngaku ke Polisi 3 Ribu, yang Dijual 27 Ribu Tiket
Tag
Berita Terkait
-
Ikmal Tobing Ikut Jadi Korban Festival Berdendang Bergoyang, Begini Ceritanya
-
2 Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang Tak Ditahan, Alasannya?
-
Resmi! Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka di Kasus Konser Berdendang Bergoyang
-
Resmi! Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka Di Kasus Festival Musik Berdendang Bergoyang
-
Berkaca dari NCT 127 dan Berdendang Bergoyang, 6 Konser Ini Bisa Terancam Batal?
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026