Entertainment / Film
Minggu, 28 Mei 2023 | 19:35 WIB
Shenina Cinnamon [Suara.com/Tiara Rosana]

Kalau misal di lapangan aku bisa nyontek sekaligus kan, awalnya seperti itu. Tapi makin ke sini kayaknya memerankan karakter dan mengotak-atik perasaan tuh seru ya, karena aku nggak pernah sadar bahwa Shenina yang ini punya perasaan-perasaan tertentu kalau misalnya bukan karena karakter yang aku dapatin.

Karena kalau misalnya dapat projek aku disuruh marah akan sesuatu. Mungkin Shenina yang asli nggak akan mengeluarkan rasa tersebut karena nggak pernah ada kejadian seperti itu. Eh tapi pas aku ngelakuin scene-nya, 'Oh kok aku bisa ya,' ternyata memang ada perasaan tersebut di dalam diri aku yang mungkin bisa dikeluarkan melalui si akting ini.

Jadi kalau ditanya projeknya apa jadinya ya semua projek. Karena aku belajar setiap kali dapat projek cuma projek yang awalnya banyak banget memberikan aku pelajaran itu awalnya di Penyalin Cahaya karena memang itu adalah pertama kalinya aku berperan sebagai pemeran utama.

Jadi yang membuat yakin berakting karena ketagihan akan sensasi mengotak-atik perasaan dalam katakter?

Iya, mengotak-atik rasa dan akhirnya bisa mengeluarkan rasa, mungkin lebih ke sana.

Shenina merasa mulai dikenal publik sejak bermain dalam projek apa?

Kalau aku, balik lagi ke Film Penyalin Cahaya. Karena itu kesempatan aku pertama kalinya menjadi pemeran utama di sebuah film panjang dan akhirya alhamdulillah film itu bisa dibawa ke festival dulu dan makin banyak memori tersebut kali ya.

Kayak di film ini aku bisa dapat banyak memori yang bisa aku ingat dan pelajaran baru yang mungkin nggak bisa aku dapatkan kalah aku nggak berperan sebagai Suryani waktu itu. Jadi lebih ke sana dan akhirnya bisa dikenal sebagai sosok Shenina yang asli karena memerankan suatu projek yang memang ada dari diri aku sendiri itu kayaknya baru di Penyalin Cahaya sih.

Sampai saat ini Shenina masih bercita-cita menjadi film maker?

Baca Juga: 7 Potret Shenina Cinnamon Momong Anak Bareng Angga Yunanda, Udah Cocok jadi Mama Papa!

Shenina Cinnamon [Suara.com/Tiara Rosana]

Masih banget, kalau ditanya masih, masih pengin banget, cuma mungkin karena fokusnya sedang terpecah, jadi aku ingin untuk tetap di industri di bagian depan layar dulu aja. Mungkin di balik layarnya kalai misalnya aku udah ngerasa diri aku udah full dan udah pengin banget buat matang, baru lah aku kembali lagi (ke cita-cita menjadi filmmaker).

Rencana Shenina ingin berkarier sebagai aktris hingga umur berapa?

Selama-lamanya, se-masih dipercayanya.

Karakter apalagi yang ingin diperankan oleh Shenina di masa depan?

Kalau aku nggak pernah punya target kayak 'Ah habis ini, besok mau ini ah mau itu ah,' itu sebenarny nggak ada. Apapun yang akan diberikan selagi tetap cocok sama aku dan berjodoh dengan karakternya pasti aku akan terima. Tapi, kalau misal ternyata ada genre yang menurut aku menantang nih itu action sih.

Sebagai seorang aktris apakah Shenina masih belajar dalam mengembangkan potensi berakting?

Pastinya. Makanya tadi aku bilang setiap kali aku dapat projek pasti aku mendapatkan pelajaran baru juga, karena aku selalu ketemu sama orang yang baru, di mana mungkin pola pikirnya, cara mereka berpendapat, selalu berbeda.

Jadi di saat mereka mengobrol sama aku di luar scene pun, aku mendapat banyak pelajaran. Entah bersama senior, yang seumuran, bahkan yang di bawah kita umurnya, pasti akan dapat banyak pelajaran, karena setiap orang punya pengalamannya masing-masing.

Shenina biasanya merasa puas dengan akting saat dalam momen apa?

Rasa puas, hmm, kalau aku puasnya selalu berdampak ke diri sendiri, bukan karena orang lain. Kalau seperti award, atau apapun itu, menurutku itu hanya hadiah tambahan. Tapi, ada di sebuah projek yang ternyata aku nyaman ada di dalamnya aja adalah sebuah award juga buat aku.

Shenina Cinnamon [Suara.com/Tiara Rosana]

Karena untuk mendapatkan karakter atau projek tersebut kan ada prosesnya. Jadi kalau aku bisa mendapat suatu projek dari kerja keras aku itu udah nilai yang luar biasa buat aku sendiri.

Tanggapan Shenina dalam menghadapi kritik atau hujatan publik terhadap akting?

Kalau misalnya orang-orang suka bilang 'Ah kayaknya mirip-mirip aja deh cara dia akting' dan lain-lain, itu balik lagi, karena yang memerankan adalah satu orang yang sama gitu, kita.

Kayak aku memerankan Si Mar gitu, bagaimanapun Si Mar adalah karakter yang diperankan oleh Shenina, jadi akan ada poin dari Shenina yang keluar dalam karakter Si Mar. Mungkin itu yang buat orang-orang ngerasa sama aja.

Kamu terpengaruh dengan kritikan tersebut?

Kalau menurutku setiap orang punya selera yang berbeda-beda dan kita tidak bisa memaksa orang lain untuk selalu suka dengan apa yang kita kerjakan, jadi nggak papa sebenarnya dapat pendapat seperti itu.

Tetapi selagi arahnya benar ya, bukan cuma nge-judge tapi nggak ada isinya. Kalau ada isinya akan aku terima dan akan aku jadikan pelajaran, tapi nggak yang baperan juga. Terus kalau yang pedas dan nggak ada isinya ya dibiarin aja.

Load More