Suara.com - Ade Jigo dan keluarga tengah mengalami nasib tragis. Mereka tergusur dari tanah warisan yang sudah ditempati bertahun-tahun, di Jalan Gunung Balong III, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Perjuangan Ade Jigo dan keluarga untuk menolak eksekusi lahan lewat gugatan di pengadilan pun tidak berbuah hasil. Hakim tetap menyatakan kegiatan eksekusi tanah milik Ade Jigo dan keluarga bersama warga lain adalah sah.
Kini, Ade Jigo berbagi kisah tentang kondisi kehidupannya beserta keluarga setelah jadi korban penggusuran. Khusus untuk Ade, dirinya tidak ikut terdampak karena sudah sejak lama pindah rumah.
"Kalau saya, posisi memang sudah di Tangsel. Kan itu sebenernya tanah keluarga," ujar Ade Jigo kepada Suara.com lewat sambungan telepon, Selasa (16/7/2024).
Namun, cerita berbeda dirasakan keluarga Ade Jigo. Ada delapan orang yang kini harus pindah rumah karena dituntut memenuhi penggusuran. "Keluarga saya yang kena itu ada sekitar delapan orang," kata Ade Jigo.
Nasib keluarga Ade Jigo pun berbeda-beda. Ada yang langsung mendapat rumah kontrakan, dan ada pula yang terpaksa menumpang hidup di rumah saudara.
"Ada yang mengungsi ke kontrakan, ada yang ikut saudaranya. Tapi mereka masih suka bolak-balik memantau," imbuh Ade Jigo.
Untuk sementara, keluarga Ade Jigo masih mengikuti arahan pengosongan lahan. Namun, mereka masih berencana mengumpulkan bukti baru sebagai bentuk perlawanan.
"Kami sedang mengumpulkan berkas yang warga punya untuk menghadirkan bukti baru. Kami dari warga mau terus berjuang," ucap Ade Jigo.
Baca Juga: Keberatan Ade Jigo atas Eksekusi Tanah Warisan Ditolak Pengadilan
Setelah bukti terkumpul, Ade Jigo dan keluarga akan datang ke kelurahan setempat untuk mencocokan data.
"Kami mau yang terdekat dulu, ke kelurahan. Pada saat eksekusi kemarin lurahnya kan ngilang, jadi kami mau bawa berkas ke kelurahan buat sinkronin data yang ada di sana," ucap Ade Jigo.
Ade Jigo pertama membagikan cerita tentang tanah warisan keluarganya digugat seseorang pada Februari 2024. Ia menduga ada praktek mafia tanah dalam kasus tersebut.
"Padahal kami sendiri pegang sertifikatnya. Bahkan saya dari tahun 1983 lahir, saya sudah di situ, besar di situ. SKPT-nya, PBB-nya, kami lancar. Kami cek ke BPN pun sah, tidak ada dalam sengketa," imbuh Ade Jigo dalam wawancara saat itu.
Namun menurut data yang dimiliki Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ayah Ade Jigo selaku salah satu pemilik tanah di wilayah Gunung Balong III, Lebak Bulus, Jakarta masuk daftar nama yang digugat oleh Martha Metty Nasiboe pada 1993.
Martha serta ahli warisnya memenangkan Peninjauan Kembali atas tiga putusan di tingkat pertama, banding dan kasasi yang sebelumnya dimenangkan oleh pihak tergugat, dan berhak melakukan pengosongan lahan.
Berita Terkait
-
Keberatan Ade Jigo atas Eksekusi Tanah Warisan Ditolak Pengadilan
-
Ade Jigo Ngaku Tak Pernah Terima Instruksi Pengosongan Lahan dari PN Jaksel
-
Ade Jigo Teriak Mafia Tanah, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Beri Jawaban Mengejutkan!
-
Ade Jigo Ternyata Warisi Tanah Mendiang Ayah yang Digugat Sejak 1993
-
Pengadilan Negeri Jaksel Pastikan Pengosongan Lahan Tanah Warisan Keluarga Ade Jigo Sesuai Prosedur
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Nyaris Tertusuk Besi saat Kecelakaan KRL, Korban Selamat Berkat Cooler Bag
-
Sempat Ragu di Awal, Sahabat Syifa Hadju Ini Minta Maaf ke El Rumi di Hari Pernikahan
-
Mending Negeri atau Swasta? Viral Pria Ini Bongkar Selisih Biaya Rp360 Juta yang Bisa Jadi Aset Anak
-
Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI
-
Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi
-
Sepi Penonton, Film Para Perasuk Dikritik Gara-Gara Casting Kurang Ndeso
-
Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
-
Beda Outfit Mulan Jameela di Nikahan Al Ghazali dan El Rumi, Dikritik Gagal Upgrade
-
Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi soal Gerbong Perempuan Dikritik Gilang Dirga Usai Kecelakaan KRL
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget