Suara.com - Dokter kecantikan Richard Lee rupanya pernah mengalami masalah besar akibat menghina pendiri Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shibab pada 2016 silam.
Kasus tersebut bermula dari Richard Lee menulis postingan yang mengandung ujaran kebencian terhadap sang ulama di akun Facebook-nya.
Kala itu, Richard Lee sebagai seorang Nasrani membela mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, yang tengah berseteru dengan Habib Rizieq.
"Pada waktu itu Ahok berhadapan, sedang berseteru dengan Habib Rizieq. Lagi heboh-hebohnya banget, terus pada waktu itu saya buat status di Facebook saya," tuturnya, dikutip dari kanal YouTube GBI Fellowship Centre pada Senin (3/2/2025).
Richard Lee menambahkan, "Saya bilang, 'Habib Rizieq itu hebat'. (Lalu) Saya berikan hinaan, lah, pada waktu itu."
Status yang dibuat oleh Richard Lee rupanya viral dan ia mendapat banyak kecaman dari warganet.
Richard Lee yang saat itu tengah melanjutkan pendidikannya di Surabaya merasa tidak aman. Keluarga di Palembang pun sampai memintanya untuk tidak pulang lebih dulu.
Padahal, kala itu Richard Lee juga harus mengurus kliniknya, Athena, yang baru berdiri beberapa tahun.
"Pada waktu itu tiba-tiba heboh dan pada zaman itu adalah zaman persekusi. Di mana semua yang ngatain Habib Rizieq, itu semuanya diambil, dipukuli, dan digebukin pada waktu itu," lanjutnya.
Baca Juga: Dr Richard Lee: Saya Akan Terdiam dan Malu Kalau Kalian Tanya Agama Saya Apa
"Kebetulan waktu itu saya lagi bersekolah di Surabaya. Wah, gila loh, saya lima menit pun nggak tidur. Saya dicari satu Palembang. Itu klinik saya baru satu, mau dibakar klinik saya. Beneran. Gila, menakutkan sekali," kisahnya.
Sang ayah bilang Richard Lee sedang dicari-cari orang.
"Papah saya telepon, 'jangan pulang ke sini, kamu dicari'. Itu klinik saya baru satu. Temen-temen saya bilang, 'kamu bangkrut'," lanjutnya lagi.
Setelah satu bulan, akhirnya Richard Lee baru bisa bekerja. Namun, ia tetap mendapat hinaan dan komentar negatif dari publik.
Meski begitu, suami dari Reni Effendi itu tetap melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Dari masalah tersebut, Richard Lee menjadi belajar untuk mamaafkan diri sendiri.
"Yang paling penting bagi saya ketika saya melakukan kesalahan adalah oke, saya salah, saya salah dengan Habib Rizieq, saya salah menuliskan komentar seperti ini, dan saya minta maaf dengan diri saya sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dr Richard Lee: Saya Akan Terdiam dan Malu Kalau Kalian Tanya Agama Saya Apa
-
Heboh dr Richard Lee Ngaku Masih Percaya Tuhan Yesus, Ustaz Derry Sulaiman Kena Prank?
-
Tanpa Sadar, Dokter Richard Lee Dapat Rangkaian Petunjuk Sebelum Masuk Islam
-
Ustaz Derry Sulaiman: Dokter Richard Lee Ingin Bantu Saya Bangun Masjid
-
Tak Ada Gimmick di Balik Mualafnya Dokter Richard Lee
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik