Suara.com - Hotman Paris mengomentari pernyataan Razman Arif Nasution yang menyamakan dirinya seperti Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno. Pengacara nyentrik ini menyebut seterunya itu tak tahu diri.
"Membandingkan diri dengan Soekarno? Razman dibandingkan dengan Soekarno? Itu orang tahu diri nggak sih?" kata Hotman Paris saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
"Eh, botak! Ngaca lu! Masa dibandingkan sama Soekarno? Si botak, nggak tahu diri lu," sambungnya masih menyindir.
Sebelumnya Razaman sesumbar kalau ia sama sekali tak takut dipenjara dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Hotman. Ia kemudian menyamakannya seperti Bung Karno yang rela dipenjara demi keadilan.
Sementara, Hotman Paris juga yakin saat ini tak ada pihak yang membela Razman, termasuk Mahkamah Agung (MA).
"Sekarang Mahkamah Agung, hakim, semua sudah mengutuk kelakuan dia (Razman). Coba siapa lagi yang mau jadi klien dia?" kata Hotman.
Dalam kesempatan yang sama, pengacara berdarah Batak tersebut juga mencibir rencana Razman pindah ke luar negeri.
Kata Hotman, Razman sudah dipenjara bila 'bertingkah' seperti dalam sidang baru-baru ini di luar negeri.
"Dia bilang dia mau pindah ke luar negeri. Kalau di luar negeri kayak gitu, langsung masuk penjara. Itu konten kalau di Singapura, langsung hakim berhak memerintahkan. Cuma di kita nggak ada undang-undang," imbuhnya.
Baca Juga: Kalau Masih Jadi Pencopet, Firdaus Oiwobo Terancam Lima Tahun Penjara
Sebagaimana diketahui, Razman Arif Nasution protes dan mengamuk di ruang sidang lantaran hakim memutuskan persidangan digelar tertutup untuk publik.
Razman tidak terima karena menurutnya, perkara yang sedang dijalaninya bukan soal pencabulan, melainkan kasus dugaan pencemaran nama baik.
Sang pengacara menduga ada unsur kesengajaan karena hadirnya Hotman Paris sebagai saksi korban dalam sidang.
Sebagaimana diketahui, Razman Arif Nasution kini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Hotman Paris pada 2022.
Hotman Paris merasa nama baiknya tercoreng usai dituduh melecehkan Iqlima Kim oleh Razman Arif Nasution.
Berita Terkait
-
Fakta Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Muat Diisi Seluruh Warga Saint Kitts and Nevis
-
Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Disidak Persiapannya
-
Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta
-
Arus Mudik Lebaran 2026: Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 93.998 Penumpang pada H-5
-
Pengadilan Turun ke Lahan Eks Hotel Sultan, Proses Eksekusi Aset Negara di GBK Makin Dekat
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Adik Aldi Taher Review Sang Kakak, Akui Sempat Malu hingga Ungkap Kerandoman sejak Kecil
-
Sinopsis They Will Kill You: Terjebak Ritual Sekte di Gedung Pencakar Langit
-
Sinopsis Final Table: Drakor Baru Hong Hwa Yeon, Ahn Hyo Seop Bakal Jadi Chef
-
Puluhan Mobil Pemudik Nyasar ke Tengah Sawah Usai Ikuti Arahan Google Maps
-
Saling Sindir Soal Foto Lebaran di Konflik Anak, Ibunda Tasyi Athasyia Minta Maaf
-
Chef Juna Ikut Rayakan Lebaran, Pacar Tegaskan Agamanya
-
Foto Richard Lee di Sel Bocor, Tim Kreatif Protes Keras dan Lapor Propam
-
Danur: The Last Chapter Raih 1 Juta Penonton, di Mana Nonton Film-Film Sebelumnya?
-
Bangga Pamer Prestasi, Cindy Rizky Aprilia Dicemooh: Malu Sama Maissy
-
Ngaku Dibentak, Ala Alatas Dituding Perkeruh Konflik Tasyi Athasyia dan Selvi Salavia