- Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 13 WNI karena terindikasi akan menunaikan ibadah haji melalui prosedur yang tidak resmi.
- Petugas menemukan modus penggunaan visa kerja yang tidak valid pada pemeriksaan intensif tanggal 18 dan 19 April 2026.
- Pihak Imigrasi melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap pihak pengirim dan melindungi masyarakat dari risiko hukum serta bahaya keselamatan.
Suara.com - Ketegasan ditunjukkan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta dalam mengawal pintu gerbang negara.
Sedikitnya, 13 Warga Negara Indonesia (WNI) terpaksa gigit jari setelah keberangkatan mereka ditunda karena terindikasi hendak menunaikan ibadah haji secara non-prosedural.
Aksi pencegahan ini dilakukan dalam serangkaian pemeriksaan intensif di Terminal 3 Keberangkatan Internasional pada 18 dan 19 April 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen imigrasi dalam melindungi masyarakat dari risiko hukum di luar negeri.
Modus Visa Kerja Terdeteksi Petugas
Hasil pengawasan ketat petugas di lapangan mengungkap modus yang beragam. Pada 18 April, sebanyak 8 WNI kedapatan hendak terbang menuju Jeddah menggunakan visa kerja.
Namun, setelah diinterogasi mendalam, mereka akhirnya mengaku bahwa tujuan sebenarnya adalah berhaji tanpa prosedur resmi.
Di hari yang sama, 4 WNI lainnya juga dicecar petugas. Meski mengantongi visa kerja, mereka tidak mampu menunjukkan dokumen pendukung sebagai pekerja migran yang sah.
Puncaknya pada 19 April 2026, sistem imigrasi mendeteksi satu penumpang yang mencurigakan.
Baca Juga: 13 Jemaah Haji Nonprosedural Ditunda Berangkat, Imigrasi Ungkap Alasannya!
Setelah diperiksa, WNI tersebut ternyata pernah melakukan upaya serupa sebelumnya—mencoba berangkat haji melalui jalur non-prosedural.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menegaskan bahwa tindakan ini adalah langkah preventif demi keselamatan warga negara itu sendiri.
“Ini adalah wujud nyata komitmen kami bahwa Imigrasi untuk Rakyat," ujar Galih dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
"Arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Bapak Hendarsam Marantoko, sangat jelas bahwa setiap jajaran harus hadir tidak hanya sebagai penjaga pintu gerbang negara, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat. Kami tidak ingin WNI berangkat melalui jalur yang tidak sesuai prosedur dan berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari,” Galih menambahkan.
Pengawasan Berbasis Profiling dan Sistem
Operasi ini tidak hanya mengandalkan pemeriksaan dokumen fisik, tetapi juga menggunakan teknik profiling mendalam, analisis sistem, serta koordinasi lintas bidang di internal Imigrasi.
Hingga saat ini, para calon penumpang tersebut telah diserahkan ke bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian untuk pendalaman lebih lanjut guna mengungkap siapa di balik pengiriman jemaah non-prosedural ini.
Imigrasi Soekarno-Hatta pun mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran berangkat haji secara instan atau melalui jalur "tikus".
Selain melanggar hukum, praktik ilegal ini sangat berisiko merugikan jemaah, baik secara finansial maupun keselamatan nyawa selama berada di tanah suci.
Berita Terkait
-
9 Tahun Dinanti, 30 Ribu Slankers Serbu Lapangan Rampal Malang dalam Konser Slank X HS
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU
-
Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari
-
13 Jemaah Haji Nonprosedural Ditunda Berangkat, Imigrasi Ungkap Alasannya!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka? Ini Panduan yang Benar
-
Dear Pemerintah, Kenapa Tidak Maksimalkan Program yang Sudah Ada?
-
Stop Facial Tiap Bulan, Pakai 4 Serum Rekomendasi Dokter untuk Kecilkan Pori-pori
-
Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya
-
Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi
-
4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan
-
Ulasan Kronik Burung Pegas: Kisah Kehilangan, Trauma, dan Dunia Surealis
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Saham Tinggi