News / Nasional
Rabu, 22 April 2026 | 07:05 WIB
Sejumlah petugas mengantarkan jamaah calon haji melakukan pemeriksaan keimigrasian sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026).ANTARA/Azmi Samsul M
Baca 10 detik
  • Sebanyak 391 jemaah haji kloter pertama Embarkasi Pondok Gede berangkat menuju Madinah dari Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari.
  • Pihak pengelola bandara menyediakan fasilitas Makkah Route untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi bagi seluruh jemaah.
  • Bandara Soekarno-Hatta menyiagakan petugas, ruang tunggu, serta layanan kesehatan khusus guna memastikan kenyamanan jemaah haji selama proses keberangkatan berlangsung.

Suara.com - Sebanyak 391 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Para jemaah haji 2026 itu diterbangkan menuju Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia sekitar pukul 00.45 WIB. Sebelum terbang, seluruh jemaah menjalani proses pemeriksaan dokumen di Terminal 2F yang dikhususkan untuk penerbangan haji.

"Pada malam ini telah tiba jamaah kloter 1 CKG dari Embarkasi Pondok Gede sebanyak kurang lebih 391 orang. Mereka memasuki Terminal 2F untuk selanjutnya melalui proses persiapan keberangkatan sebelum diterbangkan," ujar Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan di Tangerang, Rabu (22/4/2026).

Yudistiawan menyebut pada hari pertama operasional haji, total terdapat empat kloter yang dijadwalkan berangkat. Rinciannya berasal dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Bekasi, dan satu kloter dari Banten.

Guna mempercepat proses, jemaah mendapatkan fasilitas Makkah Route atau jalur fast track. Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Bandara Soetta sehingga jemaah tidak perlu mengantre lama saat tiba di tujuan.

"Kami memastikan prosesnya lebih seamless, sehingga jamaah bisa lebih lancar dan nyaman," katanya.

Untuk menunjang kenyamanan, pengelola bandara menyiagakan sekitar 200 petugas di Terminal 2F.

Berbagai fasilitas juga disiapkan, mulai dari tempat ibadah berkapasitas 1.000 orang hingga empat area ruang tunggu dengan daya tampung masing-masing 450 orang guna mengantisipasi jadwal penerbangan yang fluktuatif.

Selain infrastruktur fisik, layanan kesehatan juga diperkuat dengan menggandeng Balai Kekarantinaan Kesehatan untuk menangani kondisi darurat medis.

Baca Juga: Latihan Manasik Jamaah Calon Haji di Tangsel

Layanan khusus bagi jemaah lanjut usia seperti kursi roda dan petugas pendamping juga dipastikan tersedia selama proses keberangkatan berlangsung.

"Layanan khusus seperti kursi roda beserta petugas pendamping juga telah disiapkan bagi jamaah yang membutuhkan," pungkasnya. (Antara)

Load More