- Puan menanggapi fenomena pelaporan polisi terkait kritik akademisi terhadap pemerintah di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
- Puan menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum yang adil dan etika penyampaian kritik agar berjalan dengan santun.
- Demokrasi yang sehat membutuhkan dialog bermartabat serta sikap saling menghargai antara pihak pengkritik dan pihak yang dikritik.
Suara.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi fenomena meningkatnya kritik dari kalangan pengamat hingga akademisi terhadap pemerintah yang berakhir pada laporan polisi.
Puan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum yang adil dengan etika dalam menyampaikan pendapat.
Menurutnya, di satu sisi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, namun di sisi lain, penyampaian kritik juga harus memperhatikan norma kesantunan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
"Hukum harus dijalankan dengan seadil-adilnya namun kita juga harus bisa menjaga etika dalam memberikan kritik untuk bisa dilakukan secara santun," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Puan berpendapat bahwa iklim demokrasi yang sehat membutuhkan sikap saling menghormati dari kedua belah pihak, baik oleh pihak yang melayangkan kritik maupun pihak yang dikritik.
Ia menilai, kritik akan lebih mudah diterima jika tujuannya adalah untuk membangun, bukan sekadar menyerang.
"Jadi memang saling menghormati, saling menghargai, harus dilakukan dalam dua posisi," kata dia.
"Artinya yang memberi kritik juga harus memberikan kritiknya itu secara baik, yang diberi kritiknya juga tentu saja akan menerima kalau kritikannya itu memang adalah satu hal yang dilakukan dalam artian kritik membangun," jelasnya.
Lebih lanjut, cucu proklamator Bung Karno ini mengimbau agar ruang publik tidak dipenuhi oleh ketegangan, melainkan oleh dialog yang bermartabat.
Baca Juga: DPR Resmi Ketok Palu UU Perlindungan Saksi dan Korban, Ini 5 Poin Pentingnya
Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam menghadapi perbedaan pendapat adalah rasa saling menghargai posisi masing-masing.
"Jadi kita harus tetap mengedepankan saling menghargailah, saling menghormati," pungkasnya.
Berita Terkait
-
BBM Non-Subsidi Naik, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Harga Energi
-
Puan Soroti Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi Perdamaian
-
DPR Resmi Ketok Palu UU Perlindungan Saksi dan Korban, Ini 5 Poin Pentingnya
-
Clash of Legends 2026: Barca Legends Libas DRX World Legends 3-0
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan