Suara.com - Novita Tandry memberikan klarifikasi soal dugaan belum menyelesaikan pendidikan terkait profesinya sebagai seorang psikolog.
Isu tersebut pertama kali digaungkan oleh Psikolog Mariska Johana melalui media sosial Threads.
Kepada Suara.com, wanita yang akrab disapa Novita ini menegaskan apabila pernah mendaftar dan terdaftar di Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia pada 2022.
Namun karena dokumen yang dibutuhkan belum dilengkapi, maka pengajuan anggota Novita dibatalkan.
"Sudah pernah terdaftar di IPK tetapi ada dokumen yang belum saya penuhi sehingga keanggotaan saya dibatalkan dan saya lalai untuk mengeceknya," ujar Novita kepada Suara.com, Senin (14/4/2025).
Novita pun mengirimkan tangkapan layar keanggotaan Ikatan Psikolog Klinis (IKP) DKI Jakarta atas nama Novita Tandry, Msc., Psy. yang terdaftar pada Juli 2022 kepada Suara.com.
Tangkapan layar tersebut menerangkan bahwa status keanggotaan Novita di IKP DKI Jakarta aktif.
Sumber data pun diambil dari basis data anggota IPK Indonesia yang terverifikasi di SIMAK IPK Indonesia sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
Namun lantaran Novita belum melengkapi dokumen untuk memperbarui keanggotaan, status keanggotaannya dibatalkan.
Baca Juga: Apa Saja Syarat Menjadi Psikolog? Novita Tandry Tengah Jadi Perbincangan
Syarat yang dimaksud IPK belum dilengkapi Novita adalah dokumen terkait pendidikan dan praktik keprofesian sebagai persyaratan tambahan pendaftaran anggota.
Sampai batas waktu yang ditentukan yakni pada 3 September 2022, Novita tidak melengkapi dokumen yang dimaksud.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987