"Apabila memang Isa Zega tidak ada meminta uang kepada pelapor, tidak ada uang yang diperas oleh Isa Zega kepada pelapor, maka laknat dan azab yang sangat pedih terhadap mereka yang telah menzalimi Isa Zega," lanjut Pitra.
"Tapi apabila memang Isa Zega ada meminta uang kepada pelapor dan menerima uang dari pada pelapor, Isa Zega siap menerima laknat dan azab dari Tuhan," sambungnya.
Permintaan sumpah mubahalah itu disampaikan Isa Zega melalui Surat Terbuka kepada Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen.
Sumpah pocong dijadikan opsi apabila usulan sumpah mubahalah tidak diterima pihak pengadilan maupun lawan Isa Zega.
"Kalau memang tidak mau sumpah muhabalah, oke, sesuai adat, diselesaikan sumpah pocong, sesuai adat istiadat, tradisi yang ada di Indonesia ini," pungkas Pitra Romadoni Nasution.
Menanggapi pernyataan Pitra Romadoni Nasution, warganet malah membahas kasus pembunuhan Vina. Pitra diingatkan soal pernyataannya saat membela Iptu Rudiana dalam kasus tersebut.
"Di kasus Vina nggak percaya sumpah pocong, kok di kasus Sahrul percaya sama sumpah pocong Pak. Udah ketularan amnesia ya pak," sindir akun @dila_d***.
Pada 2024, Pitra Romadoni Nasution sebagai kuasa hukum Iptu Rudiana melawan Saka Tatal yang didampingi Farhat Abbas.
Saka Tatal kala itu melakukan sumpah pocong untuk membuktikan dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina, tetapi pihak Iptu Rudiana absen.
Baca Juga: Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Juta, Isa Zega Protes: Kok Segitu Yang Mulia?
Pitra Romadoni Nasution kuasa hukum Iptu Rudiana beralasan bahwa sumpah pocong adalah tindakan musyrik.
"Bahwasanya kami bukan orang musyrik, bukan percaya kepada pocong, tapi percaya kepada Allah. Kita bersumpah demi Allah dan bersumpah demi agama, bukan demi pocong," ujar Pitra Romadoni Nasution pada Agustus 2024.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Ikutan Nyinyir saat Gilang Juragan 99 Flexing Jet Pribadi, Pecah Kongsi?
-
Shandy Purnamasari dan Gilang Widya Pramana Berangkatkan Mudik Gratis untuk Perempuan Pejuang Nafkah
-
Inspiratif, Perjalanan 10 Tahun Shandy Purnamasari Membangun Brand Kecantikan Raksasa
-
Wardatina Mawa Tampil Kompak Bareng Celine Evangelista dan Shandy Purnamasari, Sindir Inara Rusli?
-
Shandy Purnamasari dan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, Bawa 99 Ribu Porsi Makanan ke Aceh Tamiang
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rekan Seprofesi Bedah Kesalahan Shindy Lutfiana MC Cerdas Cermat MPR, Argumentasinya Menohok
-
Kisah Perjuangan Ardhito Pramono: dari Pengamen dan Barista hingga Jadi Musisi Sukses
-
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun"
-
Viral Pengakuan Turis Jepang soal Prostitusi Anak di Blok M
-
Selain Josepha, Guru Pendamping Juga Dibungkam Juri Indri Wahyuni di Lomba Cerdas Cermat
-
Dipaksa Imam Darto, Ardhito Pramono Rela Tampil Culun Demi Film Gudang Merica
-
Ahmad Dhani Terang-terangan Rendahkan Indonesian Idol: Kalau Enggak Ada Judika, Basi Lah!
-
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Protes di LCC Empat Pilar MPR Kini Ditawari Beasiswa ke China
-
Makin Terbuka, Ardhito Pramono Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Davina Karamoy
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru