Suara.com - Sosok pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah lagi-lagi viral di media sosial.
Kali ini, giliran kegiatan dakwah Gus Miftah yang mendapat sorotan tajam, karena akan digelar di komplek kawasan situs warisan umat Hindu, Candi Prambanan.
Kontroversi bermula saat akun X @GIHindu mengunggah poster kegiatan bertajuk Prambanan Bersholawat itu belum lama ini.
Sang pengelola akun merasa, tidak semestinya kegiataan keagamaan tertentu digelar di tempat ibadah umat Hindu.
"Prambanan itu candi Hindu," keluhnya.
Sebenarnya, tidak masalah kalau penganut keyakinan selain Hindu ikut berdoa di kawasan Candi Prambanan.
Namun, bukan berarti mereka di luar umat Hindu boleh menyelenggarakan kegiatan keagamaan di sana.
"Bila umat lain ingin berdoa di sana, silakan doa dalam hati. Dengan bahasa apa, kan tidak ada yang tahu. Tapi kalau beramai-ramai dengan branding agama lain, rasanya tidak elok," lanjut pengelola akun tersebut.
Keluhan akun @GIHindu sendiri menuai respons beragam dari pengguna X lain.
Baca Juga: Gus Miftah Beri Bantuan Puluhan Juta ke Remaja yang Diarak Keliling Kampung karena Curi Pisang
Ada yang sependapat dengan alasan untuk menjaga kesucian dan fungsi spiritual situs keagamaan, dan ada juga yang membela penyelenggara karena sudah meminta izin ke tokoh adat setempat.
Gus Miftah sendiri akhirnya ikut buka suara perihal kegaduhan yang timbul imbas rencana mengadakan kegiatan dakwah di Candi Prambanan.
Dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Mei 2025, Gus Miftah menyebut kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 10 Mei 2025 itu berlokasi di luar area umat Hindu biasa beribadah.
"Acara ini digelar jauh dari tempat umat Hindu biasa menggelar acara keagamaan," jelas Gus Miftah.
Gus Miftah sama sekali tidak bermaksud mempermainkan kesucian tempat ibadah umat Hindu.
Malahan lewat kegiatan tersebut, Gus Miftah berharap bisa menebar kebaikan dalam wujud toleransi antar umat beragama.
Berita Terkait
-
Diundang Isi Ceramah ke Candi Prambanan, Pengajian Gus Miftah Tuai Pro Kontra
-
Dari Aura Kasih Untuk Dedi Mulyadi: Wilujeung Tepang Taun Kang
-
Dedi Mulyadi Dijodohkan dengan Aura Kasih? Gus Miftah: Siapa Tahu...
-
Gus Miftah Turun Tangan soal Kisruh Nasab Habib, Ingatkan Bahaya Politik Identitas
-
Beda Adab Letkol Teddy Bertemu Gus Miftah dan Ustaz Adi Hidayat, Ada yang Cium Tangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka