Suara.com - Penulis best seller Asma Nadia kembali menapaki dunia perfilman dengan membawa kabar bahagia bagi para pembaca setianya.
Tidak tanggung-tanggung, tiga karya tulis Asma Nadia tengah dipersiapkan untuk diangkat ke layar lebar.
Hal tersebut diungkapnya dalam sebuah acara, Kopdar Nasional KBM App sekaligus merayakan HUT ke-45 Perpustakaan Nasional RI yang digelar belum lama ini.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Sebelum Aku Tiada: Surat-surat dari Gaza.
Novel tersebut menjadi proyek film pertama yang akan tayang dalam waktu dekat.
“Dari tiga buku yang akan diangkat ke film, yang pertama ini adalah Sebelum Aku Tiada: Surat-surat dari Gaza. Meski bergenre fiksi, novel ini adalah hasil dari inventarisasi dan dokumentasi saya terhadap berbagai kasus dan berita di Palestina,” ungkap Asma Nadia.
“Jadi meskipun bentuknya fiksi, isinya berdasarkan karakter nyata dan peristiwa nyata," tambahnya.
Karya tersebut menyajikan kisah-kisah menyentuh dari tanah konflik, disampaikan dalam bentuk surat yang ditulis oleh para tokoh rekaan yang didasarkan pada pengalaman hidup nyata warga Palestina.
Salah satu surat yang paling menggugah adalah milik seorang anak bernama Abdullah Gaza, bocah sepuluh tahun yang hidup di tengah puing-puing perang.
Baca Juga: 6 Film Action Thriller Indonesia Terlaris, 'Pengepungan di Bukit Duri' Salip 'The Raid'
Kisah Abdullah inilah yang akan menjadi inti dari film berjudul Gaza, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Juni mendatang.
Tak hanya itu, Asma Nadia juga merencanakan kehadiran segmen khusus berupa monolog dalam film tersebut, yang disebutnya sebagai elemen emosional untuk menguatkan pesan kemanusiaan.
“Nanti akan ada monolog juga setelah ini," terangnya.
Yang tidak kalah menarik, proyek film ini mendapat dukungan luar biasa dari musisi kenamaan Melly Goeslaw.
Asma Nadia menceritakan momen harunya saat meminta bantuan kepada penyanyi yang kini sudah menjadi anggota DPR RI itu secara spontan melalui media sosial.
“Waktu itu aku cuma iseng DM Teh Melly, bilang, Teh, kita mau bikin film tentang Gaza, tentang anak kecil,” kenang Asma.
“Lalu dia tanya, ‘Ini tentang Palestina ya?’ Aku bilang iya. Terus dia bilang, ‘Nanti kabarin aku kalau skenario finalnya sudah siap," terangnya.
Setelah skenario rampung, Asma kembali menghubungi Melly Goeslaw.
Reaksi Melly Goeslaw pun tak terduga dan mengharukan.
“Aku bilang, ‘Teh, kita PH perjuangan, yang bikin Hayya, kita enggak punya dana.’ Terus Teh Melly bilang, ‘Tenang, pokoknya untuk Palestina semuanya gratis'," kenangnya.
Hasil dari kolaborasi itu adalah sebuah soundtrack orisinal ciptaan Melly Goeslaw yang akan mengiringi film Gaza.
Lagu tersebut, menurut Asma, akan didistribusikan di berbagai platform digital dan seluruh hasil streaming maupun unduhan akan disumbangkan sepenuhnya untuk mendukung Palestina.
“Masya Allah, semua ini untuk Palestina. Bukunya gratis, royaltinya untuk Palestina. Lagunya juga seratus persen untuk Palestina. Filmnya pun empat puluh persen keuntungannya untuk Palestina,” ujar Asma dengan mata berbinar.
Rencananya Asma Nadia akan mendonasikan seluruh royalti cetak dan terjemahan novelnya untuk rakyat Palestina.
"Seratus persen royalti dari buku dan juga hasil terjemahannya nanti akan saya sumbangkan untuk Palestina. Mohon doanya,” ujarnya penuh haru.
Film Gaza juga akan menyumbangkan 40 persen dari keuntungan penayangannya untuk bantuan kemanusiaan di Palestina.
Dengan semangat kemanusiaan yang begitu kental, film Gaza dan karya-karya Asma lainnya yang akan segera difilmkan tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Tidak heran jika publik menanti-nantikan kehadiran film ini di bioskop, bukan hanya untuk menikmati cerita yang menguras emosi, tetapi juga untuk turut berkontribusi dalam perjuangan kemanusiaan.
Berita Terkait
-
Wajah Sempat Digunjing, Melly Goeslaw Akhirnya Ngaku Oplas: Belum Sebulan
-
Hadiri Pesta Ultah Lily, Momen Melly Goeslaw Tak Tersenyum saat Sesi Foto Digunjing
-
Melly Goeslaw Berduka Atas Meninggalnya Titiek Puspa: Dedikasinya Pantas Diberi Penghargaan
-
5 Fakta di Balik Perseteruan Film dan Novel Air Mata di Ujung Sajadah, Asma Nadia Tuntut Produser Klarifikasi
-
Somasi Tak Ditanggapi, Asma Nadia Siap Gugat Produser Film Air Mata di Ujung Sajadah
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun