"Oh bapak nggak suka baca buku ya, oh ya sudah poin yang ini kita skip aja pak," celetuknya.
Hal yang dikritik selanjutnya adalah tentang nasib guru honorer yang gajinya masih jauh dari kata cukup.
Bukan hanya kecil namun dibayarkannya juga tidak tepat waktu.
Dia membandingkan dengan staf khusus (stafsus) presiden yang punya gaji besar dan dibayarkan tepat waktu namun tugasnya tidak terlalu kelihatan.
"Lalu gimana pak dengan guru-guru yang masih berahan dengan gaji Rp 300 ribu, Rp 600 ribu gajinya dirapel pak beberapa bulan baru dibayar, stafsus yang nggak ikut mencerdaskan anak bangsa aja gajinya lebih besar pak dan saya yakin mereka dibayar on time dan pasti nggak ada tugas administrasi menggunung untuk mereka kan," bebernya.
Kemudian guru ini membahas tentang sistem pendidikan Indonesia yang masih berorientasi pada hasil daripada proses dan isinya.
Buktinya masih banyak yang lebih mementingkan ijazah daripada isi pikirannya.
Dia menyinggung tentang menteri di kabinet Gibran yang gelarnya dipermasalahkan karena diduga ijazahnya beli.
"Pendidikan itu bukan cuma soal ujian pak tapi pendidikan itu soal anak-anak kita yang bisa berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, dan siap memasuki dunia kerja tanpa orang dalam, tapi untuk poin ini bapak sepertinya tidak relate juga ya jadi kita skip aja dulu," sindirnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Skakmat Sekjen Gibranku, Sebut Cuma Pendukung Kosong: Recent Issue Saja Gak Ngerti
Menurutnya, itu baru secuil permasalahan yang dihadapi Indonesia dan sangat dasar.
"Itu baru secuil masalah pendidikan kita pak, jadi gimana mungkin bapak bicara tentang AI, teknologi canggih kalau masalah yang utama dalam pendidikan kita ini masih terus diabaikan," ungkapnya.
Dia pun menyarankan Gibran untuk membahas hal lain yang lebih berbobot seperti keadilan pendidikan yang merata.
"Saya yakin bapak nggak perlu bayar buzzer pasti banyak yang mendukung bapak," tegasnya.
Pendidikan AI juga akan percuma diajarkan kalau permasalahan utama dan dasar pendidikan di Indonesia belum selesai.
"Pak kalau semua permasalahan dasar itu nggak selesai yang bapak ajarkan tentang AI cuma jadi angan-angan kosong untuk murid dan guru yang masih terjebak dalam ketidakadilan dan ketertinggalan," jelasnya.
Dia meminta Gibran untuk lebih banyak terjun ke lapangan melihat potret pendidikan di Indonesia di daerah-daerah lain daripada membahas AI terus menerus.
"Pak Gibran sekarang waktunya untuk bapak berani melihat dan mengakui pendidikan kita punya PR yang jauh lebih besar dan mendesak ketimbang AI," tegasnya.
"Coba bapak kunjungi sekolah-sekolah di daerah tertinggal di Papua, Sulawesi, Kalimantan dan masih banyak daerah lainnya. Nanti bapak akan paham," tambahnya mengakhiri videonya.
Tak disangka video guru tersebut viral bahkan sampai dikomentari beberapa publik figure hingga selebritis.
Di kolom komentar ada artis Yuni Shara yang memberikan emoji love, penyanyi Cakra Khan yang memberikan emoji jempol hingga influencer Jerome Poline juga ikut meninggalkan komentar mendukung.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Belum Bahas Surat Forum Purnawirawan Prajurit TNI Soal Pemakzulan Gibran, Ini Alasan Pimpinan DPR
-
Analis Ungkap Kemungkinan di Balik Belum Ditindaklanjuti Surat Pemakzulan Gibran di DPR-MPR
-
Feri Amsari Bongkar Praktik Culas MK: Dari Sekian Banyak Anak Muda, Cuma Gibran Dapat Karpet Merah
-
Karni Ilyas Bukan Wartawan Gagal! Refly Harun Skakmat Wakil Ketum Projo Terkait Gibran
-
Prabowo-Gibran Dianggap Berhasil Berantas Korupsi? Ada Fakta Pahit di Baliknya!
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover