Suara.com - Di tengah isu pemakzulan yang kini masih bergulir, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memuluskan jalan Gibran Rakabuming Raka maju dan terpilih menjadi wakil presiden hasil Pilpres 2024 kembali mengemuka.
Pakar hukum tata negara, Feri Amsari membongkar adanya kejanggalan soal putusan MK yang akhirnya meloloskan Gibran yang kini menjadi wapres pendamping Presiden Prabowo Subianto. Dugaan adanya kecurangan itu diungkapkan oleh Feri Amsari dalam sebuah acara diskusi yang tayang di salah satu TV nasional, belum lama ini.
Cuplikan video Feri Amsari yang mengungkit lagi soal putusan MK itu viral setelah beredar di media sosial. Salah satunya dibagikan akun X, @AbdulRachimmks pada Senin (16/6/2026) kemarin.
Berdasar video berdurasi 1 menit, 56 detik itu, pegiat antikorupsi sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas itu menyebut jika sebagian besar orang tidak tahu jika MK tidak pernah menggelar sidang pembuktian terkait putusan perkara Nomor 90 Tahun 2023 tentang perubahan syarat usia minimal capres-cawapres dalam UU Pemilu.
"Hanya ingin menyampaikan tidak banyak yang tahu, tetapi merasa tahu. Misalnya sebagian besar di ruangan ini tidak tahu bahwa, perkara putusan MK yang mengabulkan bahwa Gibran memenuhi syarat (wapres), tidak pernah disidangkan dalam perkara pembuktian di MK," Feri Amsari sebagaimana dikutip Suara.com pada Selasa (17/6/2025).
Feri Amsari pun membongkar adanya kejanggalan terhadap putusan MK yang meloloskan Gibran hingga terpilih menjadi wapres.
"Enggak pernah, dari daftar langsung putusan. Apa yang mau Anda katakan soal kebohongan dan fakta baru ini?" bebernya dalam forum diskusi tersebut.
Setelah membongkar soal dugaan kecurangan putusan MK, mantan Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) UNAND itu pun mengaku siap mempertanggungjawabkan ucapannya.
"Maaf Bung Feri ini bisa dipertanggunjawabkan? tanya host acara diskusi tersebut.
Baca Juga: Anak Otto Hasibuan Dicap Dungu, Rocky Gerung: Apa Pun yang Didalilkan, Jokowi Adalah Pembohong!
"Saya bertanggungjawab dunia-akhirat," tegas Feri Amsari yang disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, Feri Amsari pun merasa prihatin dengan adanya praktik lancung dalam proses Pemilu tersebut.
"Pertanyaannya, masih kah kita bermanis muka soal demokrasi? Saya paling menyedihkan di dalam dunia politik itu terdiri dari tiga manusia saja. Satu yang pragmatis, satu suka menjilat, satu terus bertahan dalam idealisme kesepian. Memperjuangkan yang dia yakini benar," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyoroti banyaknya anak muda yang berprestasi tapi tidak memiliki kesempatan yang sama karena adanya permainan kotor yang dilakukan orang-orang di lingkaran kekuasaan. Dalam acara diskusi itu, Feri Amsari pun secara blak-blakan menyebut hanya Gibran dari sekian banyak anak muda yang mendapatkan karpet merah.
"Saya lihat banyak sekali anak-anak muda yang baru, yang coba menjilat sekaligus pragmatis untuk mendapatkan keuntungan. Tapi di sisi lain, saya percaya banyak anak muda yang sadar betul, banyak haknya terlanggar," beber Feri Amsari.
"Dari sekian banyak anak muda, cuma satu yang dapat karpet merah ini (jabatan wapres), yang namanya Gibran Rakabuming Raka. Saya tanyakan berapa banyak anak muda yang pintar-pintar dengan segala prestasinya. Apakah mereka dapat karpet merah ini? Banyak anak muda yang miskin, tapi tidak pernah punya kesempatan yang sama, dari pelaku-pelaku kecurangan ini," sambungnya.
Berita Terkait
-
Anak Otto Hasibuan Dicap Dungu, Rocky Gerung: Apa Pun yang Didalilkan, Jokowi Adalah Pembohong!
-
Ogah Pamer Ijazah Asli karena Bikin Negara Chaos, Rocky Gerung: Jokowi Makin Panik
-
Viral Mendadak jadi 'Tukang Kayu' di Sidang, Tom Lembong Ngeluh: Mengganggu
-
Menbud Fadli Zon: Coba Bayangkan jika Bangsa Kita Dicap Pemerkosa Massal
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat