Suara.com - Joko Anwar ikut mengomentari video yang memperlihatkan amuk massa di sebuah gedung.
Lambang salib yang diturunkan, disusul teriakan "Bakar!" dari puluhan orang yang datang menyimpulkan bahwa gedung yang digeruduk adalah sebuah gereja.
Headline video yang dibagikan Joko Anwar menerangkan bahwa peristiwa anarkis tersebut berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat.
"Viral! Warga Sukabumi Geruduk Rumah yang Diduga Dijadikan Gereja, Begini Faktanya" merupakan judul video yang dibagikan akun Instagram @buletinmedan.
Dalam caption unggahan pada Minggu, 29 Juni 2025, akun @buletinmedan menerangkan bahwa gedung yang digeruduk warga dijadikan gereja tanpa izin.
Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam bersama tokoh agama setempat lantas bermusyawarah.
Faktanya menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Sukabumi, gedung tersebut bukan gereja, melainkan tempat tinggal.
Karena pernah dijadikan tempat ibadah, warga spontan merusaknya.
Baca Juga: Beda dari KDM, Rano Karno Lebih Pilih Gandeng Ulama untuk Bina Remaja Pelaku Tawuran
Musyawarah menghasilkan kesepakatan bahwa warga akan mengganti kerusakan yang mereka timbulkan.
Menanggapi kabar kurang menyenangkan itu, Joko Anwar mengaku heran melihat masyarakat Sukabumi yang takut hingga melakukan perusakan saat umat agama lain beribadah.
"Takut sama ibadah agama lain, kenapa?" tanya Joko Anwar di Instagram Story pada Senin, 30 Juni 2025.
Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat pun memberikan klarifikasi pada hari yang sama.
Dengan membagikan video berjudul "Lagi-lagi Terjadi Pelarangan dan Perusakan Rumah Ibadah Lokasi di Cidahu, Kabupaten Sukabumi", Dedi Mulyadi menuliskan caption "Tuntas! Hatur nuhun".
"Ini saya sudah di Sukabumi. Kampung Tangkil, Desa Cidahu," ujar Dedi Mulyadi dalam videonya, dikerubungi masyarakat setempat.
Dedi Mulyadi lantas menanyakan kerukunan antarwarga saat mengobrol bersama korban yang rumahnya dirusak.
"Ini ibu korban dari perusakan rumah ya. Bukan gereja, bukan rumah ibadah?" tanya Dedi Mulyadi yang dibenarkan korban.
Kepada Dedi Mulyadi, warga setempat mengaku selama ini hidup berdampingan dan rukun bersama korban.
Dedi Mulyadi rupanya ikut bertanggung jawab dengan menanggung biaya renovasi rumah yang dirusak warga.
"Persoalan perusakan bangunan, hari ini saya transfer 100 juta untuk memperbaiki bangunan yang rusak agar ibunya tenang," tutur Dedi Mulyadi.
Bukan hanya uang, Dedi Mulyadi juga akan mengirim psikiater untuk membantu menyembuhkan psikologi keluarga korban.
"Persoalan perusakan, kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk bertindak secara objektif sehingga masalah ini segera selesai," terang Dedi Mulyadi.
Ibu Nina korban perusakan rumah yang dikira gereja di Sukabumi kemudian menyampaikan pesan untuk hidup rukun antar umat beragama.
"Mari kita sama-sama bangun kerukunan walaupun kita berbeda. Bhineka Tunggal Ika," tutup Ibu Nina.
Namun warganet tampak kurang puas dan meminta Dedi Mulyadi bertindak lebih jauh agar permasalahan yang sama tidak terulang lagi.
"Usut, tangkap, penjarakan, sebarkan muka-muka pelaku intoleran, tidak ada tempat untuk orang-orang intoleran di Indonesia, tidak ada kata maaf selesai begitu saja, wajib penjarakan, kasian itu anak-anak remaja-remaja trauma akibat ulah penjahat," komentar akun @its_reald***.
"Tuntasnya di sebelah mana kang? Ini masalah sudah ada di akar rumput terkhusus di Jawa Barat. Masalah seperti ini jangan hanya selesai di case/case. Tapi lebih dari itu, perlu adanya reformasi moral dan adab dari tingkat anak anak hingga dewasa," sahut akun @marojahan_v***.
"Saya sangat sangat menghargai solusi yang Bapak berikan, tapi mohon untuk setiap tangan tangan warga yang merusak dan mulut-mulut yang memprovokasi, dapat diproses secara hukum juga mengingat hal demikian bisa saja terjadi kembali," balas akun @wullurpie***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Dedi Mulyadi Ingkar Janji Beri Bonus Rp2 Miliar untuk Persib
-
Adu Kekayaan Dedi Mulyadi vs Muhammad Farhan, Siapa Lebih Kaya?
-
Ditangisi Warga Gegara Dekat dengan Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi: Itu Gosip
-
Cara Dedi Mulyadi Tampung Keluhan Warga Soal Dugaan Pungli Tuai Pro Kontra, Kenapa?
-
Tak Sesuai Pernyataan Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi Bingung Jabar Tidak Punya Data Rumah Rakyat Miskin
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Asri Welas Banting Tulang Sendiri Demi Anak, Nafkah dari eks Suami Diduga Abu-Abu
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
The Connel Twin Bongkar Artis J Sering 'Digilir' di Bali, Jennifer Coppen Dicurigai Haters Panik
-
Akting dengan Tatjana Saphira, Fadi Alaydrus PDKT Seminggu Buang Rasa Canggung
-
Perang SEAblings vs Knetz, Jang Hansol Blak-blakan Pernah Kritik Orang Korea Sendiri
-
Penjelasan Ending The Art of Sarah, Siapa Sebenarnya Sarah Kim?
-
3 Drakor Terbaru Shin Hae Sun, The Art of Sarah Tayang di Netflix
-
Anak Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Laki-Laki atau Perempuan? Akhirnya Diumumkan
-
Bela Sule, Nathalie Holscher Semprot Teddy Pardiyana karena Minta Jatah Warisan
-
Tak Cuma Jago Akting, Aktor Chandra Wahyu Sabet Penghargaan Inspiratif di HPN 2026