Suara.com - Refleksi 20 tahun perjalanannya sebagai seorang aktor, Reza Rahadian berkolaborasi dengan sejumlah seniman dan kreator lintas bidang membuat karya Instalasi di ArtJog 2025.
Karya instalasi Reza Rahadian ini pun berupa video berdurasi 5 menit yang ditayangkan dalam sebuah ruangan gelap, berjarak cukup dekat dan bersudut-sudut.
Reza Rahadian lewat karya instalasinya bertajuk Eudaimonia ini berusaha menampilkan sisi personalnya secara jujur tanpa polesan make up dan berbalut sedikit helai kain dalam video 5 menit tersebut.
Pada video berdurasi 5 menit itu, aktor 38 tahun ini memperlihatkan gerak tubuhnya, setiap detail dalam tubuhnya dan berbagai macam perasaan.
"Karena perjalanan 20 tahun itu ada bahagia, luka dan tangisnya sendiri," ujar Reza Rahadian.
Namun, memperlihatkan setiap detail bagian tubuh Reza Rahadian, tak terkecuali bagian bulunya yang di-zoom dalam video tersebut adalah ide dari Davy Linggar sebagai videografer.
Sebab, Davy Linggar menganggap setiap detail dalam tubuh sang aktor pasti memiliki ceritanya sendiri selama 20 tahun.
Hal itu juga sesuai dengan alasan Reza Rahadian yang akhirnya membuat karya instalasi
"Kenapa tiba-tiba kepikiran bikin karya ini karena perjalanan tubuh tiap individu tidak ada cerita yang gak penting. Buat saya, semua cerita itu penting," ujar Reza Rahadian.
"Karena itu, akhirnya Davy bilang kalau mau mengekspos semua hal intim dalam tubuh saya. Katanya, setiap bagian tubuh itu pasti punya ceritanya," ujarnya.
Baca Juga: Bantah Terlibat Korupsi Kuota Haji, Ustaz Khalid Basalamah Tegaskan Statusnya: Saya Bukan Menag
Reza Rahadian mengatakan pembuatan video 5 menit untuk karya instalasinya ini pun sangat berbeda dengan dirinya ketika syuting untuk sebuah film.
Aktor 38 tahun ini mengatakan dirinya bergerak dan memberikan ekspresi apapun dalam video tersebut tanpa arahan siapa pun.
"Momen paling emosional itu, saya dalam karya ini nggak mau di-direct oleh siapa pun. Saya berupaya menampilkan sesuatu secara jujur tanpa arahan. Jadi, saya minta rekam saja apapun yang terjadi, sudutnya urusan Davy," katanya.
Reza Rahadian mengatakan proses pengambilan gambar itu diambil dalam 1 hari dengan durasi selama 7 jam.
Selama 7 jam itu, Reza Rahadian mengaku terus bergerak melakukan olah tubuh dengan mengeluarkan ekspresi apapun yang dirasakannya ketika itu tanpa jeda, yang akhirnya dikemas menjadi video berdurasi 5 menit saja.
Reza Rahadian meminta setiap gerakannya direkam tanpa jeda, karena dirinya tak ingin mengulangnya dari awal.
Karena ketika dirinya mengulang dari awal, setiap gerakan dan perasaan yang dikeluarkannya tak akan sama lagi.
"Pengambilan gambar ini terjadi hanya dalam 1 hari. Jadi, saya bergerak terus, apapun perasaan yang muncul yang direkam saja karena saya nggak bisa mengulangnya lagi. Davy langsung ngambil pakai 3 kamera dengan lensa berbeda. Itu total materi sebenarnya 7 jam, lalu dikemas jadi 5 menit," jelasnya.
Reza Rahadian pun mengaku tak mengalami kesulitan dalam membuat karya instalasi ini.
Karena menurutnya, yang paling sulit adalah jujur pada diri sendiri.
Karena ini sebuah karya yang personal dan hasil dari refleksinya, Reza Rahadian pun berusaha jujur untuk menyampaikan semua rasanya dan membebaskan penonton untuk memaknai setiap gerakan dan ekspresinya.
"Di sini saya gak berakting tapi menampilkan yang saya rasakan. Semua gerakan dan tampilan adalah bentuk ekspresi aja. Jadi, bebas orang memaknai setiap movement-nya," ujar Reza Rahadian.
Berita Terkait
-
Lewat Karya Instalasi Eudaimonia, Reza Rahadian Refleksikan Perjalanan Batin 20 Tahun sebagai Aktor
-
My Stupid Boss Hadir dalam Versi Animasi, Tayang di Vidio 14 Juni 2025
-
Luna Maya dan Reza Rahadian Main Bareng di Suzzanna Universe: Santet Dosa di Atas Dosa
-
6 Film Indonesia Tanpa Reza Rahadian yang Tayang Juni 2025 di Netflix
-
Luna Maya Kembali Jadi Suzzanna di Film Baru, Lawan Mainnya Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara
-
Viral Lagi Tulisan Dwi Sasetyaningtyas Soal Ayah Kandung dan Mertua, Dendam Sushi Saat Hamil Memanas
-
Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran 'Rezim Bodoh'
-
Kupas Tuntas Status LPDP Dwi Sasetyaningtyas: Benarkah Negara Membiayai Studinya Hingga ke Oxford?
-
Lebih dari Sekadar Drama Keluarga, Film Titip Bunda di Surga-Mu Ajarkan Arti 'Pulang' Sesungguhnya
-
Viral Warga Datang Tarawih Lebih Awal Sejak Pukul 3 Sore, Ada Amplop Berisi Uang yang Jadi Rebutan
-
Viral Ada Grup Puasa Setengah Hari Bikin Istigfar, Lebih Kaget Lihat Jumlah Anggotanya
-
Dirawat di RS, Keluarga Diding Boneng Bersyukur Seluruh Biaya Ditanggung BPJS
-
Bangga Anak Jadi WNA, Dwi Sasetyaningtyas Sempat Ngeluh Susahnya Tinggal di Luar Negeri
-
Mamah Dedeh Sentil Maraknya Fenomena Poligami dan Nikah Siri: Hanya Cari Kenikmatan Dunia