Suara.com - Penolakan terhadap penampilan proyek musik Baskara Putra seperti Hindia, Feast dan Lomba Sihir di festival Ruang Bermusik pada 19 dan 20 Juli 2025 di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi sorotan.
Pemicu utama datang dari isu penayangan logo satanik yang kerap dihubung-hubungkan dengan penampilan band-band tersebut, mengingatkan pada insiden serupa di Aceh sebelumnya pada Juni 2025.
Menanggapi kisruh ini, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, menunjukkan sikap bijak dengan mengedepankan komunikasi dan solusi terbaik.
Dicky Chandra menekankan pentingnya komunikasi yang telah disepakati dengan Baskara Putra setelah kejadian sebelumnya.
Ia meyakini bahwa penyelenggara acara (EO) tidak memiliki niat buruk sama sekali, dan hanya ingin menghadirkan Baskara beserta kolega bagi penggemar mereka di Tasikmalaya.
"Kalau melihat aturan yang kemarin, karena sudah ada kesepakatan setelah kejadian sebelumnya, kan ada perjanjian yang diharuskan ada komunikasi. Mungkin ini sudah ditepati," ujar Dicky dalam wawancara di Tasikmalaya pada Minggu, 13 Juli 2025.
"Saya yakin juga teman-teman dari EO itu tidak ada maksud buruk sama sekali. Temen-temen EO mungkin berpikirnya, toh sebelumnya sudah pernah, kayak kejadian Aceh juga yang kemungkinan menjadi pemicu utamanya," lanjutnya.
Dicky Chandra mengakui, situasi ini membuat tugas pemerintah kota menjadi runyam.
Di satu sisi, pemerintah kota harus melindungi citra Tasikmalaya. Sementara di sisi lain, harus mengikuti kesepakatan yang telah dibuat tentang kebebasan berekspresi dengan mematuhi norma sosial.
Baca Juga: Fadli Zon Bantah Pemerkosaan Massal 1998, Baskara Putra: Semoga yang Menyangkal Dibakar Api Neraka
"Ini jadi pelik. Di satu sisi kita harus melindungi image kota Tasik, tapi di sisi lain juga harus mengikuti kesepakatan atau aturan yang sudah dibuat," jelasnya.
Dalam menghadapi perbedaan pandangan antara pihak penyelenggara dan ormas yang menolak, Dicky Chandra berharap ada keputusan yang menghasilkan solusi terbaik.
"Saya berharap ada keputusan yang menjadikan win-win solution. Mudah-mudahan itu yang terbaik, dan dijadikan pelajaran setiap kejadian. Supaya ke depan bisa lebih menjaga image kota Tasik, bisa tetap berkreasi, tapi tanpa harus melanggar norma atau aturan-aturan sebenarnya di kota Tasik," harapnya.
Dicky tidak melihat ormas yang melakukan penolakan sebagai kaum anti kesenian, namun lebih peduli terhadap generasi muda dari kerusakan.
"Saya tidak suuzon. Temen-temen dari ormas tidak anti terhadap konser, tapi mungkin lebih peduli kepada generasi bangsa supaya tidak rusak dari sisi apa pun juga," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dicky Chandra menekankan bahwa proyek musik Baskara Putra juga tidak bisa disalahkan, karena sebelumnya sudah pernah tampil di Tasikmalaya dan terbukti kondusif.
Berita Terkait
-
Ormas Islam Tolak Penampilan Hindia di Tasikmalaya, Apa Alasannya?
-
Baskara Putra Komentari Kasus 2 ASN yang Tewas Mengenaskan, Begini Katanya
-
eaJ Nikmati Banjir dan Tonton .Feast di Local Fest 2025, Ini Momen Serunya!
-
Karaoke Massal Bareng Hindia di Jakarta Fair 2025
-
.Feast Tampil Gagah dan Membara di Jakarta Fair 2025
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Jalur Bab el-Mandeb Membara: Harga Minyak Dunia Mengamuk di Tengah Gempuran 11 Malam AS ke Iran
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United