"Tidak ada anggota JKT48 yang hadir dalam acara tersebut," tegas Manajemen JKT48.
"Hadiah yang terlihat dalam foto merupakan bagian dari candaan yang dipersiapkan salah satu teman yang hadir pada saat itu sebagai kejutan untuk Fritz Fernandez," jelas manajemen.
Manajemen JKT48 tak lupa meminta maaf dan mengaku telah memberikan teguran terhadap Fritz Fernandez.
Seluruh staf pun diberikan imbauan agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang.
Selain itu, keamanan dan perlindungan terhadap member JKT48 ditegaskan menjadi prioritas manajemen.
"Manajemen terus memastikan seluruh member JKT48 berada dalam kondisi yang aman, nyaman, dan sehat secara fisik maupun mental," pungkas mereka.
3. Dugaan Manajemen JKT48 Berbohong
Sayangnya klarifikasi manajemen JKT48 malah dianggap sebuah kebohongan oleh wota.
Pasalnya jejak digital membuktikan bahwa sejumlah member JKT48 hadir di ulang tahun Fritz Fernandez.
Baca Juga: Potret Gibran Rakabuming Nonton Konser JKT48 Auto Bikin Heboh, Netizen: Wapres Kita Wota
Salah satunya "Live Showroom Zee JKT48" tanggal 21 Oktober 2019 di kanal YouTube Showroom JKT48.
Selain itu, sejumlah member JKT48 juga membagikan Instagram Story hadir di perayaan ultah Fritz pada 2021.
Di antaranya Lulu, Marsha, Eve, dan Sisca yang dapat ditemukan di postingan akun X @JktProcessing.
Fritz Fernandez pun belum muncul untuk meminta maaf sehingga manajemen JKT48 seakan melindunginya.
4. Lapor ke Pendiri AKB Group
Tak kehabisan akal, salah satu Wota mengirim pesan melalui DM Instagram Yasushi Akimoto pendiri AKB48.
Sebagaimana diketahui, JKT48 merupakan sister group AKB48 sehingga Yasushi Akimoto diharapkan dapat membantu para Wota di Indonesia.
Dalam bahasa Jepang, isi DM salah satu Wota kepada Yasushi Akimoto berbunyi:
"Selamat malam. Maaf mengganggu waktumu. Kami, fans JKT48, meminta staf bernama Fritz Fernandez untuk dipecat karena aksinya yang memberikan dampak negatif terhadap JKT48."
Yasushi Akimoto rupanya membalas DM tersebut: "Terima kasih atas informasinya. Saya akan mengeceknya terlebih dahulu."
5. Petisi Benahi Total JKT48
Petisi melalui laman change.org dibuat oleh Gerakan Wota Melawan sejak 13 Juli 2025.
Mereka menuntut empat hal, salah satunya pencopotan Fritz Fernandez dari jabatannya sebagai General Manager JKT48.
Investigasi menyeluruh terhadap insiden ulang tahun Fritz serta evaluasi total terhadap JKT48 Operational Team pun dirasa perlu.
Terakhir, wota berharap manajemen memiliki keterbukaan terhadap kritik, saran, dan aspirasi fans.
Dalam dua hari sejak petisi dibuat, 1.617 wota telah menandatanganinya.
Itu dia kronologi protes fans terhadap manajemen JKT48 terkait Fritz Fernandez. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Tag
Berita Terkait
-
Viral Pendaftaran SBY48, Intip Dulu Gaji Fantastis Idol Grup 48
-
Kembali Digeruduk Massa Tolak UU TNI, Fans JKT48 Ikut Kepung Gedung DPR
-
Momen Kocak Limbad Salaman dengan Member JKT48 Bikin Ngakak
-
Aksi JKT48 Menghibur Penonton di Pestapora 2024
-
Ternyata Ada Fans JKT48 di Clash of Champions, Siapa Mereka?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup