Benarkah LV dan Gucci Beraroma Kemenyan Seperti Kata Gibran?
Untuk memahami nilai sebuah parfum mewah, kita harus melihatnya sebagai sebuah karya seni.
Di balik setiap botolnya, ada seorang master perfumer atau yang dijuluki "Le Nez" (Hidung) dalam bahasa Prancis.
Mereka adalah seniman yang memadukan puluhan hingga ratusan bahan baku untuk menciptakan sebuah harmoni aroma yang kompleks dan berkarakter.
Harga mahal sebuah parfum tidak hanya ditentukan oleh citra merek, tetapi oleh tiga faktor utama: kelangkaan dan kualitas bahan baku, konsentrasi esens parfum, serta proses riset dan peracikan yang memakan waktu.
Membedah Aroma Ikonis Gucci dan Louis Vuitton
Kedua jenama ini memiliki pendekatan yang berbeda namun sama-sama mengedepankan eksklusivitas.
Gucci, di bawah arahan Alessandro Michele, seringkali menghadirkan wewangian yang romantis dan floral.
Ambil contoh Gucci Bloom, parfum ikoniknya yang dibangun di atas tiga pilar bunga utama: Tuberose (sedap malam), melati, dan Rangoon Creeper—bunga dari India Selatan yang menebarkan aroma floral manis.
Baca Juga: Bongkar Ijazah Jokowi, Politisi Senior PDIP Serang MK dan Polisi, Bongkar Intervensi 'Orang Solo'
Sementara itu, koleksi mewah Gucci, "The Alchemist's Garden," menggunakan bahan-bahan yang lebih terkonsentrasi dan langka seperti bunga Iris, Oud, Amber, dan Violet.
Di sisi lain, Louis Vuitton yang kembali memasuki dunia haute perfumerie pada tahun 2016 bersama master perfumer Jacques Cavallier Belletrud, berfokus pada bahan-bahan baku eksotis dari seluruh dunia.
Koleksi mereka, Les Parfums Louis Vuitton, dikenal menggunakan bahan-bahan seperti Oud Assam yang sangat mahal, Rose de Mai dari Grasse yang dipanen hanya pada bulan Mei, serta ekstrak melati dan tuberose yang diproses menggunakan teknik ekstraksi CO2 superkritis untuk mendapatkan aroma paling murni.
Peran Kemenyan (Frankincense) dalam Panggung Global
Lalu, di mana posisi kemenyan? Pernyataan Gibran tidaklah keliru.
Dalam dunia parfum, kemenyan lebih dikenal dengan nama internasionalnya, Frankincense atau Olibanum.
Ini adalah getah (resin) dari pohon genus Boswellia yang banyak tumbuh di Timur Tengah dan Afrika. Jauh dari citra mistis, frankincense adalah salah satu bahan paling dihormati dalam industri parfum.
Aromanya kompleks: berkayu (woody), sedikit pedas, dengan sentuhan aroma lemon yang segar.
Fungsinya dalam parfum sangat krusial, yaitu sebagai base note atau nota dasar.
Base note berfungsi untuk "mengikat" semua aroma lain agar lebih awet di kulit dan memberikan kedalaman serta karakter yang hangat dan elegan pada sebuah racikan.
Banyak parfum mewah, termasuk dari lini eksklusif Louis Vuitton seperti "Ombre Nomade" dan Gucci "The Alchemist's Garden" seri "A Chant for the Nymph," mencantumkan incense atau frankincense dalam piramida aromanya.
Bahan ini memberikan sentuhan akhir yang mewah dan tahan lama.
Jadi, kesimpulannya, kemenyan memang salah satu komponen yang digunakan dalam industri parfum mewah global.
Namun, ia hanyalah satu dari puluhan bahan berkualitas tinggi lainnya.
Harga fantastis sebuah parfum LV atau Gucci adalah hasil dari perpaduan seni tingkat tinggi, bahan baku terbaik dari seluruh dunia (termasuk oud, bunga iris, mawar langka), teknologi ekstraksi canggih, dan tentu saja, kekuatan sebuah merek legendaris.
Pernyataan Gibran menjadi pengingat bahwa kekayaan alam Indonesia memiliki potensi luar biasa di panggung dunia, asalkan diiringi dengan inovasi dan standar kualitas yang tak kenal kompromi.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
'Kalau Cemas Mending Berbenah!' PSI Semprot Balik PDIP Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode
-
Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo
-
Ketika Wapres Gibran Bicara AI: Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Rakyat?
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Putry Poyz Buka Lifestyle Hub di Jakarta Selatan, Sediakan Tempat Khusus Buat Para Content Creator
-
Berapa Gaji Sus Rini? Gaya Pengasuh Rayyanza Pakai Tas Mewah Jadi Perbincangan
-
Tas Branded Sus Rini saat Liburan di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Berapa Harganya?
-
Musisi Indonesia hingga Mancanegara Bakal Manggung di Axean Festival 2026, Intip Line Up-nya!
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan