Suara.com - Kepercayaan publik dan investor terhadap institusi negara kembali diuji. Kali ini, politisi senior PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi, secara terbuka membidik jantung lembaga penegak hukum, sebuah langkah berisiko tinggi yang dapat memengaruhi stabilitas politik dan iklim investasi.
Selain membongkar kasus ijazah Jokowi, dalam sebuah pernyataan keras di podcast Forum Keadilan TV, Beathor tak hanya mengkritik, tapi juga menggunakan diksi tajam yang menyasar langsung Mahkamah Konstitusi (MK) dan Kepolisian.
Serangan paling frontal ditujukan kepada marwah Mahkamah Konstitusi terkait putusan kontroversial yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Bagi Beathor, putusan ini adalah aib institusional.
"Saya mengkritik hakim MK yang dianggapnya 'go*****' karena meloloskan Gibran, padahal seharusnya mereka menolak karena adanya konflik kepentingan dan pelanggaran konstitusi," tegas Beathor.
Pernyataan ini bukan sekadar umpatan politik. Dari kacamata ekonomi, serangan terhadap independensi MK adalah sinyal merah. Kepastian hukum yang diproduksi oleh lembaga peradilan tertinggi adalah fondasi utama kepercayaan investor.
Ketika putusannya dianggap cacat moral dan hukum, risiko ketidakpastian kebijakan di masa depan sontak meningkat. Sebagai bentuk perlawanan nyata, Beathor bahkan berencana menggelar demonstrasi di MK untuk menuntut pembatalan Gibran.
Tak berhenti di MK, panah kritik Beathor juga mengarah ke tubuh Kepolisian. Ia mengendus adanya intervensi yang menggerogoti kemandirian aparat.
"Saya menganggap Bareskrim belum mandiri dan masih di bawah pengaruh 'orang Solo'," ungkapnya.
Frasa "'orang Solo'" menjadi kode keras yang menunjuk pada dugaan intervensi dari lingkaran kekuasaan.
Baca Juga: Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua, Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior
Tuduhan ini semakin relevan saat ia mempertanyakan kelanjutan laporan Paiman Raharjo terhadap dirinya di tingkat Polda, padahal menurutnya Bareskrim telah menyatakan kasus ijazah bukan ranah pidana.
Meski begitu, ia menunjukkan sikap ksatria. "Saya siap menghadapi laporan Paiman dan akan membeberkan semua temuannya kepada polisi," ujarnya.
Lalu, apa yang mendorong seorang politisi senior mengambil risiko sebesar ini? Beathor menegaskan ini bukan soal manuver pribadi, melainkan sebuah panggilan moral yang lebih besar.
"Saya menyatakan tindakannya didasari oleh keinginan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta menyelamatkan bangsa dari kerusakan," jelasnya.
Ia sadar betul taruhannya. Ancaman pidana hingga keselamatan nyawa seolah tak membuatnya gentar.
"Saya tidak takut dengan risiko dilaporkan ke polisi atau bahkan ditembak karena memperjuangkan keyakinannya," katanya. Sebuah pernyataan yang menggarisbawahi tingginya eskalasi konflik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Yaqut Bersyukur Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran: Alhamdulillah Bisa Sungkem
-
Jadi Tahanan Rumah Saat Lebaran, KPK Sebut Gus Yaqut Idap Penyakit GERD Akut
-
Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma