Suara.com - Pidato Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lagi disorot netizen. Ini karena ia menyebut kemenyan adalah salah satu bahan baku potensial parfum mewah seperti brand Louis Vuitton (LV) dan Gucci.
Selama ini, kemenyan di benak sebagian besar masyarakat Indonesia lebih lekat dengan citra ritual adat, upacara keagamaan, bahkan suasana mistis.
Aromanya yang khas sering kali dianggap sakral dan hanya digunakan dalam konteks-konteks tertentu. Tapi pidato Gibran tersebut menggemparkan persepsi lama.
Dalam pidatonya, Gibran mendorong agenda hilirisasi kemenyan, menyebutnya sebagai bahan baku potensial untuk produk mewah kelas dunia seperti parfum Louis Vuitton dan Gucci.
Sontak, kemenyan yang tadinya berada di ranah tradisi kini menjadi perbincangan hangat di dunia ekonomi dan gaya hidup, memicu rasa penasaran publik tentang potensi tersembunyi dari getah aromatik ini.
Pidato tersebut sukses mengubah arah diskusi. Kemenyan tidak lagi hanya soal dupa dan tradisi, tetapi soal potensi ekonomi miliaran rupiah, inovasi produk, dan rantai pasok global.
Lantas seperti apa kemenyan itu sesungguhnya? Berikut adalah 5 fakta menarik tentang kemenyan yang kini menjadi sorotan.
1. Bahan Baku Parfum Merek Ternama Dunia
Pernyataan Gibran bukanlah isapan jempol. Kemenyan, khususnya jenis Olibanum atau yang dikenal sebagai Frankincense, telah lama menjadi komponen berharga dalam industri parfum global.
Baca Juga: Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua, Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior
Merek-merek mewah seperti Gucci dan Louis Vuitton memang memanfaatkannya. Contohnya, Gucci Intense Oud Eau de Parfum menggunakan olibanum oil untuk menciptakan aroma oriental yang dalam dan eksotis.
Demikian pula dengan parfum Imagination dari Louis Vuitton, yang mengandalkan kemenyan untuk memberikan sentuhan hangat, pedas, sekaligus segar pada komposisi aromanya.
Dalam dunia wewangian, minyak kemenyan berfungsi sebagai base note atau fixative, yaitu pengikat yang membuat aroma parfum lebih tahan lama di kulit.
2. Tidak Semua Kemenyan Sama: Mengenal Olibanum (Kemenyan Arab)
Penting untuk dipahami bahwa "kemenyan" yang digunakan oleh industri parfum mewah global pada umumnya adalah jenis spesifik yang disebut Olibanum atau Kemenyan Arab.
Minyak ini diekstraksi dari getah pohon genus Boswellia yang banyak tumbuh di wilayah Timur Tengah (seperti Oman dan Yaman) serta Afrika (seperti Somalia).
Jenis ini memiliki profil aroma yang kompleks, sedikit pedas, dengan sentuhan lemon dan pinus yang membuatnya sangat dihargai.
Ini berbeda dengan kemenyan lokal Indonesia yang umumnya berasal dari pohon genus Styrax (sering disebut benzoin), yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi namun dengan karakteristik aroma yang lebih manis dan vanilik.
3. Manfaat di Luar Aroma: Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan
Jauh sebelum menjadi bahan parfum, kemenyan telah digunakan selama ribuan tahun untuk tujuan pengobatan dan relaksasi.
Minyak esensial dari kemenyan (frankincense oil) populer dalam dunia aromaterapi.
Ketika diuapkan melalui diffuser atau digunakan sebagai lilin aromaterapi, aromanya dipercaya dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, menciptakan suasana tenang, serta meningkatkan fokus.
Selain itu, penelitian ilmiah modern juga mulai mengeksplorasi sifat anti-inflamasi (anti-peradangan) dari senyawa yang terkandung dalam kemenyan, yang berpotensi untuk kesehatan kulit dan sendi.
4. Potensi Ekonomi Lewat Hilirisasi
Inilah inti dari gagasan yang disampaikan oleh Wapres Gibran. Hilirisasi adalah proses meningkatkan nilai tambah suatu komoditas dengan mengolahnya menjadi produk jadi, alih-alih menjualnya sebagai bahan mentah.
Selama ini, Indonesia yang juga merupakan salah satu produsen kemenyan dunia (jenis Styrax) lebih banyak mengekspor getah mentahnya dengan harga yang relatif rendah.
Dengan hilirisasi, getah kemenyan tidak lagi hanya dijual per kilogram, tetapi diolah di dalam negeri menjadi produk bernilai jual tinggi seperti minyak esensial murni, ekstrak untuk kosmetik, bahan baku parfum, hingga produk jadi seperti lilin aromaterapi dan sabun mewah.
Langkah ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan negara secara signifikan.
5. Dari Pasar Lokal Menuju Rantai Pasok Global
Kemenyan Indonesia, terutama yang berasal dari Sumatera Utara, sudah memiliki pasarnya sendiri, terutama untuk industri rokok kretek, obat-obatan tradisional, dan ritual.
Namun, dengan sorotan baru ini, ada peluang besar untuk masuk ke rantai pasok global yang lebih luas, termasuk industri kosmetik, farmasi, serta makanan dan minuman (sebagai perisa).
Tantangannya adalah standardisasi kualitas, inovasi teknologi ekstraksi, dan branding yang kuat agar kemenyan Indonesia dapat bersaing dengan Olibanum dari Timur Tengah di panggung dunia, baik untuk pasar yang sudah ada maupun untuk menciptakan pasar baru.
Pada akhirnya, pidato Gibran telah berhasil membuka mata banyak pihak. Kemenyan, komoditas yang selama ini terkesan "tua" dan tradisional, kini dilihat sebagai "emas" baru yang potensial.
Kegemparan yang terjadi bukan hanya soal viral sesaat, melainkan sebuah percikan kesadaran kolektif tentang harta karun agrikultur Indonesia yang belum tergarap maksimal.
Dari aroma mistis di sudut desa, kemenyan kini berpeluang untuk menjelma menjadi wangi kemewahan di etalase butik-butik dunia, membuktikan bahwa inovasi dan visi ekonomi mampu mengubah hal yang biasa menjadi luar biasa
Berita Terkait
-
Geger! Gibran Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Parfum Branded: Kemenyan Setara Nikel?
-
Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua, Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior
-
Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Pertahankan Gibran, Jadi Bemper Politik?
-
Intel Bongkar Skenario 'Singkirkan' Gibran ke Papua: Ada Jejak Pengkhianatan Jokowi?
-
Pernah Ditertawai Dikira Hanya Buat Dukun, Wapres Gibran: Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan Loh
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Series Keluarga yang Tak Dirindukan Segera Tayang, Manoj Punjabi Obrak-abrik Citra Pemain
-
Kasih Kode Bakal Bela Roby Tremonti, Pengacara Ini Langsung Diserang Netizen
-
Inara Rusli Terpuruk, Kehilangan 90 Persen Job dan Bisnis Gara-Gara Laporan Zina
-
5 Hal Menarik yang Bikin Film Run Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Gabung Sinetron Asmara Gen Z, Oliver Roberts Ogah Jual Nama William Roberts
-
Insanul Fahmi Temui Mawa, Ditantang Buktikan Pernikahan Siri dengan Inara Rusli
-
Teror Jalur Pantura Dimulai, Alas Roban Suskes Hantui 176 Ribu Penonton di Hari Pertama
-
Doomsday: Benarkah Doctor Doom Menikahi Sue Storm di Multiverse?
-
Bangga, Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Terpilih di Berlin International Film Festival 2026
-
Dua Tahun Berlalu, Nathalie Holscher Ungkap Alasan Buka Hijab: Aku Kecewa Sama Allah