Suara.com - Dinamika politik menjelang pemerintahan baru kian memanas. Sebuah manuver tingkat tinggi yang diduga untuk "memagari" Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dari isu liar kini menjadi sorotan.
Dua menteri senior, Tito Karnavian dan Pratikno, dituding bergerak cepat menjadi 'bekingan' Gibran di tengah isu penugasannya ke Papua.
Langkah keduanya dibaca bukan sekadar klarifikasi biasa, melainkan sebuah operasi politik yang terkoordinasi.
Analisis tajam ini datang dari mantan Intelijen Negara, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra pada Podcast Forum Keadilan TV yang mengurai adanya agenda tersembunyi di balik respons para menteri tersebut.
Polemik ini bermula dari pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, yang melempar wacana Gibran akan lebih banyak berkantor di Papua.
Pernyataan ini sontak menjadi bola liar yang berpotensi menyudutkan posisi putra sulung Presiden Jokowi tersebut.
Di tengah spekulasi yang berkembang, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno tampil ke depan. Mereka seolah menjadi "pemadam kebakaran" yang sigap meluruskan informasi.
"Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri) dan Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) meluruskan bahwa Gibran tidak harus berkantor di Papua, melainkan para deputi dan pelaksana harian," jelas Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra dalam analisisnya di Forum Keadilan TV yang tayang di YouTube.
Klarifikasi ini memang berhasil mendinginkan tensi publik. Namun, menurut Chandra, manuver ini lebih dari sekadar pelurusan fakta. Ada indikasi kuat bahwa ini adalah strategi untuk melindungi Gibran sekaligus menjaga konstelasi politik yang sudah terbangun.
Baca Juga: Jokowi Dinilai Mulai Panik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran, Termasuk Cemaskan Nasib Bobby?
Agenda Tersembunyi Tito Karnavian?
Secara khusus, Kolonel Chandra menyoroti motif politik di balik tindakan Tito Karnavian. Sebagai mantan Kapolri dan kini Mendagri, posisi Tito sangat strategis.
Kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan saat ini dan masa depan menjadi pertaruhan.
"Tindakan Tito ini juga diinterpretasikan sebagai upaya agar Gibran tidak terlalu jauh darinya karena adanya kepentingan politik bersama," tegas Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra.
Interpretasi ini membuka tabir baru: adanya kemungkinan simbiosis mutualisme politik antara Tito dan Gibran.
Dengan menjaga Gibran tetap berada di pusat kekuasaan dan terhindar dari isu kontroversial, Tito juga dinilai tengah mengamankan kepentingannya sendiri dalam peta kekuasaan pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
Terkini
-
Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026: Saat Cocokologi dan Kualitas di Lapangan Berjalan Beriringan
-
Sudah Kalah Bikin Malu, Momen Leandro Paredes Cekik Gavi usai Argentina Takluk dari Spanyol
-
Ngeblong di Perlintasan KA Kokrosono Semarang, Motor Tabrak Kereta Api, 1 Siswa SD Tewas
-
Lonjakan Harga Minyak Dunia Membawa Tekanan Baru saat Perang di Selat Hormuz Makin Panas
-
Menanti Putusan Praperadilan Kedua Roy Suryo: Bebas atau Tetap Tersangka?
-
Daftar Hadiah Juara Piala Dunia 1982-2026: Dulu Cuma Jutaan, Sekarang Triliunan
-
Sunscreen Wardah SPF 35 yang Bagus Apa? Ini 2 Pilihan dengan Review Positif dari Pengguna
-
Wali Murid Little Aresha Yogyakarta Geram 3 Orang Belum Diperiksa, 3 Lainnya Melenggang Bebas
-
Mau Wisuda Kekinian tapi Tetap Hemat? Ini 6 Tips yang Bisa Dicoba
-
7 Walking Shoes Lokal Tanpa Tali Mulai Rp100 Ribuan, Nyaman dan Praktis untuk Jalan Jauh