Suara.com - Perseteruan antara musisi Rayen Pono dan politisi Ahmad Dhani memasuki babak baru yang kian panas.
Usai melaporkan Ahmad Dhani atas dugaan penghinaan ras dan suku, Rayen Pono justru harus berhadapan dengan hukum sebagai saksi atas laporan pentolan Dewa 19 itu.
Rayen Pono mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat, 18 Juli 2025 untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.
Ia diperiksa sebagai saksi terkait laporan dugaan penyebaran konten yang dianggap dapat menimbulkan permusuhan dari kubu Dhani.
Pemeriksaan yang dijalaninya disebut Rayen cukup panjang. Namun, mantan personel grup vokal Pasto itu merasa tenang karena yakin berada di posisi yang benar.
"Cukup panjang dan menyenangkan, karena kami ada di posisi yang benar," ujar Rayen Pono usai menjalani pemeriksaan.
Rayen menjelaskan bahwa fokus pemeriksaan adalah terkait penyebaran undangan diskusi yang menjadi pangkal masalah, di mana namanya salah ditulis menjadi "Rayen Porno".
Namun, pihak terlapor dalam laporan Dhani belum disebutkan secara spesifik, karena masih menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi yang dipanggil.
"Yang jelas, fokusnya adalah penyebaran undangan diskusi yang tertulis saya Rayen Porno," sambung Rayen.
Baca Juga: Lita Gading Suruh SA Sekolah di Luar Negeri karena Ulah Ortu, Pengacara Ahmad Dhani: Itu Provokasi
Penyanyi berusia 42 tahun itu kemudian mengeluhkan ironi besar dalam kasus yang ia hadapi.
Di satu sisi, ia sebagai rakyat biasa taat hukum memenuhi panggilan sebagai saksi. Di sisi lain, Ahmad Dhani yang merupakan anggota DPR RI dan terlapor kasus diskriminasi, seakan berlindung di balik hak imunitasnya.
Sampai sekarang, belum ada kejelasan soal rencana pemanggilan Dhani sebagai terlapor atas apa yang pernah Rayen Pono adukan tempo hari.
"Alangkah privilege luar biasa, anggota DPR sebagai terlapor kasus diskriminasi yang domain tidak kecil, tapi bisa berlindung UU MD3," kata Rayen.
Dengan nada tegas, Rayen Pono menantang Ahmad Dhani untuk tidak bersembunyi di balik kekuasaannya.
Ia merasa didukung oleh masyarakat Indonesia dan bersumpah akan terus memperjuangkan kasus ini hingga tuntas, tak peduli apa pun rintangannya.
Berita Terkait
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela
-
Ahmad Dhani Ultah ke-54, Al Ghazali: Terima Kasih Jadi Sosok Kuat dan Sabar
-
Ahmad Dhani Ngaku Buaya Darat, Ingat Lagi Ucapan Mulan Jameela Pernah Puluhan Kali Diselingkuhi
-
Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
-
Air Mata Al Ghazali Bikin Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat