- Pemeran pria berinisial SAE (26) resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Batang setelah terbukti merekam video asusila tersebut menggunakan ponselnya.
- Penyidikan sempat terhambat karena tersangka menghapus data dan menghilangkan ponsel, namun polisi berhasil memulihkan bukti lewat analisis digital forensik.
- Polisi menduga ada motif ekonomi dalam penyebaran video tersebut setelah memeriksa saksi yang mengaku mendapatkan akses dari grup Telegram berbayar.
Suara.com - Ada perkembangan baru dalam penyidikan kasus video asusila yang dikenal dengan nama Bandar Membara atau Bandar Bergetar.
Pemeran pria berinisial SAE (26) resmi menjadi tersangka dan kini ditahan di Rumah Tahanan Polres Batang pada Kamis, 4 Juni 2026.
Status SAE naik menjadi tersangka setelah ditemukan alat bukti hasil pemeriksaan dan analisis digital forensik oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang.
"Hari ini kita tetapkan sebagai tersangka dan per jam 4 sore tadi sudah masuk tahanan Polres Batang," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti dikutip dari akun Instagram @beritapekalongan1, Sabtu, 6 Juni 2026.
Dari hasil pemeriksaan, penyidik menyimpulkan ponsel tersangka dipakai untuk merekam konten asusila tersebut yang sampai sekarang masih trending di pencarian di berbagai platform media sosial.
"Kalau di HP-nya tentu produksinya. Dari fotonya memang dihasilkan dari HP tersebut, terbukti," ujar Maulidya.
Meskipun dalam penyelidikan awal, penyidik sempat kesulitan menemukan alat bukti. Ini karena tersangka sempat menghapus data-data di ponsel miliknya.
"Kami sempat terhambat karena barang bukti semua dihilangkan. HP hilang, bukti chat juga hilang. Jadi kami mulai dari nol," katanya.
Tapi data-data tersebut kembali ditemukan penyidik setelah melakukan pemeriksaan laboratorium forensik digital. Bukti ini memperkuat dugaa keterlibatan tersangka.
Baca Juga: 2 Ibu Muda Pembuat Video Asusila Anak Kena Rayuan Maut, Siapa Orang di Balik Akun FB Icha Shakila?
Sementara itu, penyidik juga telah memeriksa seorang saksi asal Pemalang. Saksi mengaku mendapatkan akses ke video tersebut via grup Telegram berbayar.
Dari situ, polisi menduga penyebaran konten asusila ini ada motif ekonomi.
Berita Terkait
-
Lecehkan Balitanya, Polisi Periksa Kejiwaan Ibu Muda Kasus Video Asusila di Tangsel, Apa Hasilnya?
-
Jadi Objek Syahwat Ibu Muda Kasus Video Asusila, Polisi Gandeng KPAI dan P2TP2A Demi Pulihkan Mental Sang Anak
-
Dilecehkan Mamanya, Begini Kondisi Bocah 5 Tahun Korban Video Asusila di Tangerang usai Ortunya Ditahan Polisi
-
Viral Video Asusila Ibu Muda dan Anak, Polda Metro Jaya Tetapkan Satu Tersangka
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028