Suara.com - Film Comic 8 sukses menjadi box office di masa debutnya pada 2014 lalu. Kelanjutan kisahnya pun digarap sutradara kenamaan Anggy Umbara.
Anggy Umbara tercatat membuat film Comic 8 (2014), Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015) dan Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016).
Terkini setelah 9 tahun setelah film Comic 8 rilis, Falcon Pictures kembali membuat Comic 8: Revolution.
Namun bukan Anggy Umbara, kursi sutradara kini diduduki Fajar Bustomi. Ia melanjutkan tongkat estafet pendahulunya, Anggy.
Fajar Bustomi mengaku, sempat ragu saat pertama kali ditawari untuk menggarap film Comic 8: Revolution oleh Falcon Pictures.
Keraguan itu muncul bukan tanpa sebab. Proyek ini sebelumnya sangat lekat dengan sutradara Anggi Umbara yang telah sukses membawa Comic 8 menjadi salah satu waralaba film komedi terbesar di Indonesia.
Fajar Bustomi merasa, Anggy Umbara telah berhasil menggarap tiga film sebelumnya.
Merasa perlu mendapat kejelasan, Fajar Bustomi pun mengambil langkah personal dengan menghubungi Anggy Umbara secara langsung untuk menanyakan alasan di balik pergantian sutradara tersebut.
"Terus saya bilang, 'Kenapa harus diganti Mas Anggy?' Saya bilang, 'Kan sudah bagus'," kata Fajar Bustomi ditemui di Cimanggis, Depok pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Baca Juga: Karakter Film Terbawa Sampai Dunia Nyata, Nova Eliza Jalani Ritual Melukat
Rupanya Anggy ada pekerjaan lain sehingga tak bisa menggarap Comic 8 terbaru. Fajar pun tak langsung menerima tawaran itu.
"Dan saya nggak langsung juga bilang, 'Oke,' dong. Saya baca dulu skenarionya. Karena sekarang di waktu saya yang semakin tua ini tuh, bikin film tuh skenario tuh paling penting buat saya," ujar dia.
Sutradara film Buya Hamka ini mengaku lebih mementingkan kekuatan cerita daripada nama besar para pemain atau potensi keuntungan film di pasaran.
"Jadi saya nggak pikirin siapa yang main, saya nggak pikirin ini laku apa enggak, tapi saya baca ceritanya dulu," lanjutnya.
Fajar baru menerima setelah ia menemukan banyak tantangan dan hal-hal baru dalam naskah Comic 8: Revolution.
"Nah ketika saya baca, ada hal-hal yang menarik dari skenario ini yang menurut saya saya harus ambil gitu," kata Fajar Bustomi.
Tantangan menarik tersebut salah satunya ada dalam genre cerita. Di mana pada projek sebelumnya, Fajar Bustomi tidak terlalu tertarik menggarap horor.
"Kalau yang temen-temen tahu kan Comic 8 itu kan action comedy, ya. Nah, ini sekarang action, comedy, laga, dan horornya gitu, jadi komplit," ujar Fajar Bustomi.
Berita Terkait
-
Mengapa Remake '402 Rumah Sakit Angker' Gagal Memikat Seperti Gonjiam Versi Asli?
-
Target 3 Juta Penonton di Film "402 Rumah Sakit Angker Korea", Simak Plot Twist Tak Terduga!
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Dari Viral ke Layar Lebar: 4 Fakta Film Baby Udon yang Bikin Sesak
-
Demi Kelancaran Syuting Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Anggy Umbara Pakai Jasa Dukun Lokal
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan